Cek 6 Manfaat Hidup Vegan dan Dampaknya bagi Kesehatan

Seorang wanita menjalankan gaya hidup vegan. (freepik.com)

JAKARTA – Orang-orang di seluruh dunia memilih untuk menjadi vegan, dan masing-masing memiliki alasan sendiri untuk melakukannya. 

Bagi sebagian orang, ini tentang mengoptimalkan kesehatan mereka sendiri, mengurangi risiko penyakit jangka panjang, atau hanya merasa lebih baik dalam diri mereka sendiri.

Bagi yang lain, ini lebih berkaitan dengan mengurangi dampak lingkungan mereka atau karena mereka tidak ingin mendanai peternakan pabrik dan rumah jagal. Tidak ada alasan yang salah untuk mencoba vegan, dan banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan dari perubahan ini.

Baca juga:

Dilansir dari Alegria Vegana, ada begitu banyak potensi manfaat kesehatan dari menjadi vegan. Manfaat tersebut berkisar dari perbaikan yang dapat terjadi dalam beberapa hari atau minggu seperti pencernaan, hingga manfaat jangka panjang yang benar-benar menakjubkan seperti pengurangan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

Manfaat Hidup Vegan dan Dampaknya bagi Kesehatan

Dilansir dari GoodFood, berikut manfaat hidup vegan bagi kesehatan:

1. Dapat Membantu Menurunkan Berat Badan

Hidup vegan. (freepik.com)

Bagi sebagian orang, keinginan untuk menurunkan berat badan menjadi alasan utama beralih ke pola makan berbasis nabati.

Sebuah studi di Amerika Serikat yang membandingkan kualitas gizi dari berbagai jenis diet menemukan pola makan vegan yang seimbang memiliki asupan energi total paling rendah, komposisi lemak yang lebih baik, dan kandungan serat tertinggi dibandingkan dengan diet omnivora dan lakto-ovo-vegetarian.

Tingginya asupan serat membuat makanan lebih mengenyangkan, sehingga mengurangi keinginan untuk ngemil dan membantu tubuh lebih peka terhadap sinyal lapar.

Berbagai penelitian lain juga menunjukkan, orang yang menjalani pola makan vegan cenderung memiliki tubuh lebih ramping dan indeks massa tubuh (BMI) yang lebih rendah. Keuntungan tambahan dari pola makan vegan adalah kandungan kalorinya yang secara alami lebih rendah, sehingga tidak perlu terlalu fokus pada penghitungan kalori atau pengaturan porsi makanan.

2. Mendukung Kesehatan Jantung

Pola makan yang kaya akan makanan ramah vegan seperti biji-bijian utuh, kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran dikaitkan dengan risiko penyakit jantung dan stroke yang lebih rendah.

Sebuah tinjauan berskala besar yang dimuat dalam Journal of the American Heart Association menunjukkan pola makan berbasis nabati berhubungan dengan kondisi jantung dan sistem pembuluh darah yang lebih sehat.

Hal ini disebabkan karena makanan nabati cenderung rendah lemak jenuh dan kolesterol, tetapi tinggi serat, antioksidan, serta berbagai senyawa alami yang berperan menjaga kelenturan dan kinerja pembuluh darah. Perpaduan nutrisi tersebut membantu menurunkan kadar kolesterol dalam waktu yang relatif singkat sekaligus menunjang fungsi jantung agar tetap optimal.

3. Menjaga Keseimbangan Gula Darah

Menerapkan pola makan vegan berbasis makanan utuh berpotensi memberikan manfaat bagi orang yang mengalami gangguan kadar gula darah. Mereka yang menjalani diet vegan umumnya memiliki sensitivitas insulin yang lebih baik dan kadar gula darah yang lebih rendah, sehingga risiko terkena diabetes tipe 2 pun menurun.

Salah satu penyebabnya adalah karena pola makan vegan berbasis makanan utuh secara alami kaya akan makanan dengan indeks glikemik (GI) rendah serta tinggi serat, yang membantu mengontrol kenaikan gula darah.

Menambahkan biji-bijian utuh ke dalam pola makan dapat membantu menstabilkan kadar gula darah karena struktur alaminya memperlambat proses pencernaan dan bertindak sebagai penghambat alami.

Sebaliknya, biji-bijian olahan seperti roti, pasta, dan nasi putih bahkan produk berlabel gandum utuh yang sudah digiling atau diproses, dicerna lebih cepat sehingga karbohidratnya dilepaskan ke dalam darah dengan lebih cepat pula.

Oleh karena itu, untuk memperoleh manfaat pengendalian gula darah dari pola makan vegan, pastikan menu harianmu kaya akan biji-bijian utuh.

4. Menurunkan Risiko Komplikasi Diabetes

Pola makan vegan umumnya lebih rendah lemak jenuh dan lebih kaya fitonutrien pelindung yang berasal dari buah serta sayuran, sehingga sejalan dengan pedoman gizi terkini bagi penderita diabetes.

Meski demikian, bagi kamu yang telah didiagnosis diabetes tipe 2 dan/atau sedang menjalani pengobatan, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi sebelum melakukan perubahan besar pada pola makan.

5. Menurunkan Risiko Beberapa Jenis Kanker

Jumlah kasus kanker diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa dekade mendatang, yang sebagian dipengaruhi oleh faktor gaya hidup seperti obesitas, kurangnya aktivitas fisik, dan pola makan. Meningkatkan konsumsi makanan berbasis nabati termasuk kacang-kacangan, buah, dan sayuran, serta mengurangi asupan daging merah olahan atau diasap terbukti dapat membantu menekan risiko kanker.

Berbagai penelitian yang menelaah dampak pola makan berbasis nabati menunjukkan bahwa hasil paling optimal dalam menurunkan risiko berbagai jenis kanker diperoleh melalui pola makan vegan yang seimbang.

6. Bermanfaat Bagi Kesehatan Usus

Tingginya asupan serat dalam pola makan vegan memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan sistem pencernaan dan keseimbangan mikrobioma usus. Serat berfungsi sebagai nutrisi utama bagi bakteri menguntungkan yang hidup di saluran cerna.

Penelitian dari National Institutes of Health mengungkapkan pola makan berbasis nabati membantu menjaga keragaman mikrobioma usus yang sehat. Manfaatnya tidak hanya terlihat dari pencernaan yang lebih optimal, tetapi juga berkontribusi pada daya tahan tubuh yang lebih baik, kestabilan emosi, serta kejernihan dan fokus pikiran yang meningkat.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Distika Safara Setianda pada 10 Jan 2026 

Bagikan

Related Stories