Hari Ritel Nasional 2025, UMKM Didorong Punya Website Sendiri, Tak Hanya Andalkan Marketplace

Hari Ritel Nasional 2025, UMKM Didorong Punya Website Sendiri, Tak Hanya Andalkan Marketplace (Istimewa)

WongKito.co- Para pelaku UMKM di Indonesia dihimbau tidak boleh terus bergantung terhadap platform marketplace saja. Hal itu dikatakan Konsultan sekaligus Digital Marketing Strategist, Andry Salim.

Ia juga mengungkapkan meskipun marketplace memberi kemudahan akses pasar, UMKM tetap harus memiliki infrastruktur digital sendiri.
Seperti website atau landing page untuk membangun identitas dan kemandirian.

“Jangan tergantung terus dengan marketplace. Kita harus siapkan web atau landing page. Itu penting sebagai rumah utama brand kita di dunia digital,” ujar Andry Salim dalam Kelas UMKM Online Series ke-III Hari Ritel Nasional 2025.

Acara ini digelar Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) bertema Pemasaran Digital & Analisis Media Sosial, 27 Agustus 2025, secara hybrid di Hypermart Head Office, Karawaci, Tangerang.

Baca Juga :

Andry menjelaskan, marketplace memang bisa mendatangkan traffic, tetapi posisi UMKM di dalamnya sangat bergantung pada algoritma dan kebijakan platform yang setiap saat bisa berubah. 

Sementara website atau landing page milik sendiri membuat pelaku usaha memiliki kontrol penuh terhadap branding, data konsumen, hingga strategi promosi.

“Kalau hanya mengandalkan marketplace, UMKM seperti menumpang di rumah orang. Tapi kalau punya website, mereka punya rumah sendiri, yang bisa dikembangkan sesuai kebutuhan bisnis jangka panjang,” terangnya.

Pernyataan tersebut sejalan dengan arahan Dr. Hudi Santoso, Kepala Program Studi Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB University, yang menekankan pentingnya literasi digital bagi UMKM. 

Baca Juga :

Menurutnya, kepemilikan website atau landing page akan lebih efektif jika diimbangi dengan pengetahuan komunikasi digital yang tepat, baik dalam hal storytelling, konten visual, maupun interaksi dengan pelanggan.

“Website tidak hanya soal teknologi, tapi juga komunikasi. Bagaimana UMKM menceritakan produk mereka, menampilkan deskripsi yang meyakinkan, serta memastikan konsumen bisa dengan mudah berinteraksi,” ungkap Hudi.

Sementara itu, Hans Harischandra Tanuraharjo, Ketua Panitia Hari Ritel Nasional 2025, menilai dorongan untuk membangun kemandirian digital UMKM ini menjadi salah satu momen penting dari rangkaian kegiatan Hari Ritel Nasional. 

Ia menyebut, ritel modern dan UMKM memiliki peluang besar untuk bersinergi jika keduanya sama-sama memperkuat kapasitas digital. “Marketplace tetap penting, tapi jangan jadi satu-satunya tumpuan. UMKM yang mandiri secara digital akan lebih siap bermitra dengan ritel modern. Itu tujuan kita memperingati Hari Ritel Nasional: membangun daya saing bersama,” jelasnya.

Dengan adanya penguatan fundamental melalui kepemilikan website dan pemahaman komunikasi digital, diharapkan UMKM Indonesia bisa semakin kokoh menghadapi persaingan global dan tidak lagi hanya menjadi penonton dalam arus transformasi digital.

Kelas UMKM Series III ini merupakan bagian dari total tujuh kelas yang digelar sepanjang perayaan Hari Ritel Nasional 2025. 

Pelaku UMKM masih berkesempatan mengikuti empat kelas berikutnya yang membahas topik-topik strategis lainnya. 

 

Editor: adminpalembang
adminpalembang

adminpalembang

Lihat semua artikel

Related Stories