Inflasi Terkendali, Siap Jaga Stabilitas Harga Jelang Puasa

Pedagang Pasar Km 5 Palembang melayani pembeli, Sabtu (13/09/2025). (wongkito.co/yulia savitri)

PALEMBANG, WongKito.co - Pemerintah Kota Palembang mengklaim telah berkomitmen kuat dalam menjaga stabilitas ekonomi di penghujung tahun 2025 dengan inflasi yang terkendali. Selanjutnya, akan bersiap untuk menjaga stabilitas harga menjelang Bulan Ramadhan mendatang dengan pemetaan stok pangan.

Badan Pusat Statisik (BPS) Kota Palembang mencatatkan, inflasi year-on-year (yoy) Kota Palembang pada Desember 2025 berada di level 2,92 persen. Angka ini tercatat mengalami penurunan tipis sebesar 0,03 persen dibandingkan bulan November 2025.

Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kota Palembang, Isnaini Madani mengatakan, penurunan ini menunjukkan upaya intervensi pasar oleh pemerintah mulai membuahkan hasil di tengah tingginya permintaan libur akhir tahun.

Diakuinya meskipun terkendali, terdapat beberapa komoditas utama yang memberikan tekanan inflasi. Emas perhiasan menjadi salah satu penyumbang tertinggi akibat fluktuasi pasar global, ekspektasi suku bunga dunia, dan situasi geopolitik internasional. 

Selain faktor global, tantangan alam juga menjadi perhatian serius. Dia menjelaskan, kondisi cuaca dan bencana alam di daerah penghasil telah menyebabkan gagal panen di sektor pertanian dan perikanan. 

"Hal ini berdampak pada berkurangnya stok pangan seperti bawang merah dan daging ayam ras di pasar lokal kita," ujar Isnaini saat hadir dalam rilis Statistik Inflasi di Kantor BPS Kota Palembang, Senin (05/01/2025). 

Selain pangan, lanjutnya, sektor transportasi seperti bensin dan angkutan udara juga turut menyumbang inflasi seiring dengan momentum perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta libur nasional.

Asisten II Setda Palembang, Isnaini Madani hadir dalam rilis Statistik Inflasi di BPS Palembang, Senin (05/01/2025). (ist)

Meski menghadapi tantangan stok akibat cuaca, sambung Isnaini, Pemerintah Kota Palembang tetap optimis dapat menjaga inflasi sesuai target nasional, yakni di kisaran 2,5 ± 1 persen. 

Berbagai langkah strategis telah dan akan terus dilakukan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), di antaranya menjaga pasokan melalui Kerja Sama Antar Daerah (KAD), untuk mendatangkan stok dari daerah yang tidak terdampak bencana.

 "Intervensi harga melalui Operasi Pasar, Pasar Murah, dan pemberian subsidi harga tepat sasaran juga akan dilakukan. Kemudian, melakukan rehabilitasi jalan dan revitalisasi pasar untuk memastikan rantai pasok tidak terhambat," paparnya.

Isnaini menambahkan, Pemkot juga akan mengedukasi masyarakat mengenai perkembangan harga melalui media massa agar tidak terjadi panic buying. Selain itu, Pemkot juga mengapresiasi Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI) atas kolaborasi data dan kebijakan yang akurat. 

"Kami harap sinergi antara Pemerintah Kota, BPS, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat. Kita ingin membangun Palembang yang tidak hanya sejahtera, tapi juga tangguh dan berbasis data dalam pengambilan kebijakan ekonomi," ujar dia.

Isnaini menambahkan, menjelang Ramadhan, Pemkot mulai melakukan pemetaan stok pangan.  "Kita ingin saat masyarakat menjalankan ibadah puasa, kondisi pasar sudah normal kembali. Kerja sama dengan daerah penghasil yang surplus akan terus kita pacu agar belanja masyarakat tetap efisien," tambah Isnaini.

Sebelumnya, Kepala Bidang Stabilisasi dan Sarana Distribusi Disdag Kota Palembang, Elsa Noviani menyampaikan, pengadaan stok komoditas di Palembang tergantung cuaca. Musim hujan saat ini membuat komoditas seperti cabai cepat membusuk dan berakibat harganya naik. Tidak heran apabila sejumlah stok komoditas sempat tidak ada seperti cabai jengki.

“Ditambah juga beberapa daerah ada yang banjir seperti di Sumatera Barat dan wilayah Jawa, sehingga distribusi barang terhambat dan memicu naiknya harga cabai dan bawang,” ulasnya dibincangi WongKito.co, di pasar tradisional Km 5, belum lama ini. 

Kepala BPS Kota Palembang, Edi Subeno mengatakan, strategi Pemkot Palembang saat ini sudah cukup berhasil. 

"Alhamdulillah, saat ini sudah ada penurunan inflasi.  Kuncinya ketersediaan stok yang cukup. Harapannya, tidak hanya harga yang kita jaga agar tetap terjangkau, tapi bagaimana pendapatan masyarakat bisa meningkat," ungkapnya. (*)

Editor: Redaksi Wongkito
Redaksi Wongkito

Redaksi Wongkito

Lihat semua artikel

Related Stories