KabarKito
Jastip Berburu Cuan di Bazar Buku Big Bad Wolf Palembang 2026
PALEMBANG, WongKito.co - Bazar Buku International Big Bad Wolf (BBW) Books Palembang 2026 telah dibuka dengan menawarkan lebih dari 1 juta buku. Berlokasi di Top Hall Palembang Trade Center Mall, mulai 4 Juni hingga 14 Juni 2026, pukul 10.00 – 22.00 WIB.
Berbagai kategori dan genre dapat dijumpai dengan diskon hingga 90% dan semakin lengkap dengan diskon tambahan 5% bagi pelajar khusus buku impor fiksi, non-fiksi, dan anak-anak, sekaligus program belanja buku berhadiah.
Tidak sedikit yang memanfaatkan momen ini sebagai peluang bisnis. Seperti yang dijalankan Sarah, pelaku jasa titip (jastip) asal Palembang. Seperti pelaku jastip lainnya yang hadir di pameran tersebut, Sarah mengangkut puluhan buku titipan ke dalam keranjang troli dari konsumen yang tidak sempat datang secara langsung.
“Bisnis seperti ini tidak butuh modal. Konsumen yang akan menitip harus membayar dulu dengan fee yang sudah saya tentukan, sedikitnya 10%,” ungkapnya dibincangi di sela berburu buku.
Pemasaran pun cukup sederhana, Sarah cukup mengunggah foto sampul buku di media sosial atau dibagikan di grup jastip. Karena itu, dia memastikan akan hadir ke BBW Palembang setiap hari karena buku yang difoto biasanya langsung ada peminatnya, terutama untuk buku-buku anak bergambar.
- Forum Ekonomi Regional Jawa 2026: Dorong Perkuat Ekosistem Halal Indonesia
- Sisi Gelap Pusat Data AI: Boros Air dan Bikin Krisis Iklim
- FESyar Sumatera 2026, Perkuat Sinergi dan Transformasi Digital
“Ya, akan ke sini setiap hari. Soalnya ini tahun kedua BBW digelar di Palembang dan sayang sekali jika tidak dimanfaatan karena hanya berlangsung 10 hari saja,” ujarnya.
Bisnis jastip ini dimulai Sarah sejak tahun lalu. Dari pengalamannya jastip BBW tersebut, dia meyakinkan akan mendapatkan untung besar.
Dikonfirmasi terkait jastip, PR BBW Books Indonesia Andri Suharyono mengatakan, pihak BBW tidak memfasilitasi secara resmi usaha jastip. Para pelaku jastip yang datang sudah diberi batasan waktu dalam pembelian. “Kami beri batas waktu satu jam buku di troli, jika lewat dari itu harus dibayar. Ini juga berlaku di semua daerah,” jelasnya di Palembang.
Andri membenarkan, BBW kali ini adalah tahun kedua gelarannya di Palembang. Perbedaannya dengan tahun lalu adalah pihaknya memberi tempat yang lebih luas, di tengah kota, dan nyaman bagi pengunjung. Sehingga para pecinta buku bisa datang dan mendapatkan buku-buku terbaik.
“Kami targetkan pengunjung naik 10% dari tahun lalu, kunjungan perhari bisa 3000 orang,” sebutnya.

Dalam keterangan resminya, Country Director Big Bad Wolf Books Indonesia, Marthius Wandi Budianto menyampaikan, memasuki satu dekade perjalanannya di Indonesia, pihaknya percaya bahwa akses terhadap buku dan pengetahuan harus semakin
dekat dengan masyarakat di berbagai kota di Indonesia, termasuk Palembang.
- Film Dokumenter Kearifan Suku Musi, Lestarikan Jongot
- IESR Desak Segera Eksekusi Program PLTS 100 GW
- Keluarga Jemaah Dilarang Menjemput di Asrama Haji Palembang
“Kami melihat potensi dan antusiasme yang besar dari masyarakat Palembang terhadap literasi dan pengembangan diri. Karena itu, kami ingin menghadirkan bazar buku ini sebagai ruang membuka wawasan, membangun kebiasaan membaca,” katanya.
Andrew Yap, Founder Big Bad Wolf Books, juga turut menyampaikan bahwa perjalanan Big Bad Wolf Books Indonesia selama satu dekade di Indonesia didorong oleh keyakinan bahwa akses terhadap buku merupakan fondasi penting dalam membangun generasi yang lebih maju. (yulia savitri)

