Ekonomi dan UMKM
Kesepakatan Ekspor Rp501,4 Miliar Buka Peluang Pasar Global bagi UMKM Sumsel
PALEMBANG, WongKito.co — Potensi kesepakatan perdagangan internasional pengusaha muda Sumatera Selatan mencapai Rp501,40 miliar hingga penutupan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 pada 18 Oktober 2026. Capaian ini membuka peluang perluasan pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama produsen kerupuk, produk kelapa, kopi, dan rempah-rempah.
Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan, Arifin Susanto mengungkapkan nilai tersebut meningkat dari Rp306,34 miliar yang diumumkan pada 17 Oktober 2026.
"Kenaikan didorong oleh tambahan dua kesepakatan ekspor PT Awan Crackers Food Indonesia dengan mitra dagang dari Belanda dan Arab Saudi senilai Rp195,05 miliar," katanya dalam siaran pers, Rabu (21/10/2026).
Tambahan kesepakatan itu, menurut Arifin memperkuat peluang produk olahan pangan asal Sumatera Selatan menembus pasar internasional. Bagi pelaku usaha mikro dan kecil yang bergerak di sektor pangan, perluasan pasar ekspor berpotensi membuka kesempatan meningkatkan produksi, memperluas jaringan distribusi, dan memperkuat keberlanjutan usaha.
Baca Juga:
- Jalan Jurnalisme, Kode Etik GPS Jurnalis hasilkan Karya Berkualitas
- Karhutla dan Tekanan Ekonomi, Perempuan Seri Bandung Mencari Jalan untuk Bangkit
- Nusantara Regas Kian Solid, 33 Kargo LNG Tersalurkan Hingga Triwulan III 2026
PT Awan Crackers Food Indonesia kini mencatatkan lima kesepakatan perdagangan internasional dengan total potensi nilai Rp239,40 miliar. Kesepakatan tersebut mencakup perdagangan kerupuk dengan mitra dari Tiongkok, Belanda, dan Arab Saudi, serta komoditas lada hitam dan lada putih dengan mitra dari Taiwan.
Kesepakatan terbesar berasal dari Ben Hellen Trading asal Belanda untuk komoditas kerupuk senilai US$10 juta atau setara Rp180,40 miliar per tahun. Sementara itu, kerja sama dengan Al Ittifaq dari Arab Saudi untuk komoditas kerupuk mencapai US$811.920 atau sekitar Rp14,65 miliar per tahun.
Selain produk kerupuk, peluang ekspor juga mencakup komoditas kelapa, arang tempurung kelapa, dan biji kopi. PT Razade Coconut Indonesia mencatatkan dua kerja sama perdagangan kelapa segar dengan mitra asal Tiongkok senilai US$9 juta per tahun.
PT Fornax Charcoal International menjalin kesepakatan perdagangan arang tempurung kelapa dengan mitra asal Rusia senilai US$5 juta hingga akhir 2027. Adapun PT Agri Ekspor Indonesia mencatatkan kesepakatan perdagangan biji kopi dengan mitra asal Rusia senilai US$523.392 hingga akhir 2027.
Secara keseluruhan, terdapat sembilan kesepakatan perdagangan internasional yang melibatkan empat perusahaan pengusaha muda Sumatera Selatan. Total potensi nilainya mencapai US$26.335.312 dan Rp26,314 miliar, atau setara sekitar Rp501,40 miliar dengan asumsi kurs Rp18.040 per dolar AS.
Akses Pembiayaan jadi Faktor Penting
Arifin mengungkapkan, peluang ekspor tersebut perlu diikuti kesiapan pelaku usaha dalam memenuhi permintaan pasar, menjaga kualitas produk, dan meningkatkan kapasitas produksi. Bagi usaha mikro dan kecil, peningkatan pesanan juga dapat menuntut tambahan modal kerja, penguatan rantai pasok, serta konsistensi pemenuhan standar produk untuk pasar internasional.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumatera Selatan, dan industri jasa keuangan mendorong pengembangan ekosistem kewirausahaan muda melalui perluasan akses pasar dan pembiayaan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Perdagangan berperan dalam promosi produk unggulan dan perluasan akses pasar ekspor. Sementara itu, OJK bersama industri jasa keuangan mendorong akses pembiayaan serta pemanfaatan produk dan layanan keuangan untuk mendukung pengembangan usaha.
HIPMI Sumatera Selatan turut memperkuat jejaring bisnis dan kemitraan antarpengusaha muda melalui kolaborasi tersebut.
Kesepakatan perdagangan internasional ini merupakan bagian dari pengembangan ekosistem 100.000 Sultan Muda Sumsel yang bertujuan meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar bagi pengusaha muda di daerah.
Baca Juga:
- Koalisi Pers Sumsel: Desak Usut Kekerasan Terhadap Jurnalis, ini Janji Kapolda
- Koalisi Masyarakat Melawan Asap: Kembalikan Udara Bersih Langit Kota Palembang
- Ketika Mahasiswa Hukum UIN Raden Fatah Hadirkan SOP Ruang Aman di Pesantren
Penandatanganan sejumlah kesepakatan perdagangan yang diumumkan pada 17 Oktober 2026, termasuk kerja sama PT Awan Crackers Food Indonesia, turut disaksikan Menteri Perdagangan RI Budi Santoso dalam rangkaian TEI 2026.
Meski nilai kesepakatan telah mencapai Rp501,40 miliar, tindak lanjut berupa kontrak perdagangan dan realisasi ekspor menjadi tahap penting untuk memastikan peluang tersebut menghasilkan aktivitas ekonomi yang berkelanjutan. Bagi pelaku usaha mikro dan kecil yang terhubung dengan rantai pasok, realisasi permintaan ekspor berpotensi membuka kesempatan usaha dan memperkuat pendapatan.
Ke depan, OJK Sumatera Selatan bersama pemerintah daerah, HIPMI, industri jasa keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya akan melanjutkan kolaborasi untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan muda serta mendorong lahirnya pengusaha yang inovatif dan berdaya saing global, tegas Arifin.(ril)

