Ragam
Kiat Jaga Kesehatan Mental dari Berita Konflik AS-Iran
JAKARTA, WongKito.co – Kamu mungkin merasa khawatir karena kita semua semakin sering mendengar kabar tentang konflik di Timur Tengah, dan perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Informasi mengenai situasi ini bisa datang dari berbagai arah, mulai dari keluarga, teman, sekolah, hingga media sosial, sehingga wajar jika kamu merasa kewalahan. Selain itu, mungkin ada orang yang kamu kenal yang sedang berlibur, bekerja, atau tinggal di negara seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, atau Arab Saudi yang juga terdampak serangan.
Di sisi lain, mengikuti berita dan mencoba memahami semuanya tanpa merasa kewalahan akan berhasil bagi sebagian orang. Sementara itu, ada juga yang lebih merasa tenang dengan tetap sibuk dan tidak terlalu memikirkan berita tersebut.
Pendekatan yang digunakan juga bisa berubah-ubah sesuai kondisi. Namun, meskipun kamu sudah menemukan cara yang dirasa paling membantu, dampak dari berita tersebut tetap bisa terasa kuat dan banyak orang juga mengalami hal yang sama. Apa pun yang sedang kamu pikirkan saat ini, beberapa tips berikut dapat membantu mengelola perasaanmu.
Berikut cara untuk mengelola perasaan tentang konflik Amerika Serikat, Israel, dan Iran:
1. Kenali Pemicu Emosi
Merasa tertekan, marah, sedih, takut, putus asa, hingga panik merupakan reaksi yang wajar ketika menghadapi situasi yang menegangkan.
Kenali jenis topik atau berita yang berpotensi memicu rasa cemas atau sedih pada dirimu. Sebagian orang mungkin lebih sensitif terhadap isu-isu global, sementara yang lain bisa lebih terdampak oleh berita tentang ketidakadilan atau penindasan.
- Begini 6 Tips Mudik Lebaran yang Ramah Lingkungan
- Ingin Tampil Anggun, Berikut 6 Rekomendasi Tren Jilbab Lebaran 2026
- Cek 7 Tips Menjaga Kesehatan Badan agar Tetap Fit Selama Mudik
Setelah memahami hal-hal yang paling memengaruhi kondisi mentalmu, cobalah untuk membatasi paparan media yang memuat konten-konten tersebut.
2. Terhubung dan Mencari Dukungan
Bicarakan perasaanmu dengan orang tua, atau teman yang kamu percaya. Tetaplah terhubung dengan mereka. Ungkapkan kekhawatiran yang kamu rasakan, dan jika kamu tahu bentuk dukungan yang kamu butuhkan, sampaikan hal itu kepada mereka.
Dilansir dari BBC, teman-temanmu mungkin juga membutuhkan dukungan darimu. Menyadari bahwa orang-orang terdekat memiliki kekhawatiran yang serupa dapat membantu kita merasa tidak sendirian.
3. Temukan Ruang Aman versimu Sendiri
Selain menemukan orang yang membuatmu merasa paling aman, carilah juga tempat yang memberimu rasa aman. Tempat itu bisa berupa kamar pribadimu, dapur rumah bersama keluarga, atau taman di sekitar tempat tinggal bersama teman. Hal ini penting karena dapat membantu menenangkan diri dan mengembalikan rasa aman dalam kehidupan sehari-hari.
4. Pertahankan Rutinitas
Usahakan untuk tetap menjalani rutinitas seperti biasanya, misalnya kegiatan di sekolah atau aktivitas harian lainnya. Mempertahankan hal-hal yang masih bisa kamu kendalikan sangat penting ketika banyak situasi terasa di luar kendali.
Jangan sampai rasa cemas membuatmu menghindari aktivitas dan rutinitas sehari-hari. Jika kamu membutuhkan bantuan untuk tetap menjalankannya, jangan ragu untuk meminta dukungan. Ketika kita mengurangi aktivitas, kecemasan justru bisa meningkat dan membuat kita merasa semakin terisolasi dengan perasaan sendiri.
5. Tenangkan Dirimu
Merasa cemas ketika menghadapi situasi yang menakutkan sebenarnya merupakan hal yang wajar dan normal. Ketika kita menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak biasa sedang terjadi, penting untuk mengingatkan diri sendiri bahwa kita tetap berada dalam kondisi aman.
Berolahraga bisa membantu menyalurkan energi berlebih, atau kamu bisa mengalihkannya ke aktivitas yang disukai, seperti mendengarkan musik atau menghabiskan waktu bersama teman. Berbagai cara ini dapat membantu membuat perasaan lebih tenang dan membantu kita merasa lebih mampu mengendalikan diri.
6. Tetap Optimis
Cobalah untuk tetap optimistis dan fokus pada solusi yang ada. Sebaiknya batasi waktu untuk memeriksa berita atau media sosial terkait konflik yang sedang terjadi. Memeriksa informasi sekali sehari bisa menjadi panduan yang cukup baik.
Dengan begitu, kamu tetap mengetahui perkembangan situasi tanpa harus terus-menerus memikirkan hal tersebut sepanjang hari. Cara ini dapat membantu menjaga keseimbangan dalam pikiran.
Trauma akibat perang memang paling dirasakan oleh orang-orang yang mengalaminya secara langsung, seperti yang terjadi di Timur Tengah. Namun, menyaksikan penderitaan orang lain, termasuk melalui pemberitaan tentang konflik dan perang, juga dapat menimbulkan dampak traumatis.
- Dari Keluarga Ulama, Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran
- Panen yang Tak Lagi Sama di Lingkar PLTU Keban Agung
- Mite Kissaten: Kafe Bernuansa Jepang di Palembang
Jika kamu merasa kesulitan menghadapi situasi ini, beberapa tips praktis di atas diharapkan dapat membantu mengelola perasaan dan mengurangi tekanan yang dirasakan.
Jika kamu membutuhkan dukungan, penting untuk menceritakan kekhawatiranmu kepada seseorang yang dipercaya, seperti teman, orang tua, wali, guru, atau orang dewasa lain yang dapat membantu.
Apabila kesehatan mental terasa terganggu, berkonsultasi dengan dokter juga bisa menjadi langkah awal untuk mendapatkan bantuan. Dokter dapat memberikan informasi mengenai dukungan yang tersedia, menyarankan bentuk penanganan yang tepat, serta memantau kondisi secara berkala.
Tulisan ini telah tayang di TrenAsia.com, jejaring media WongKito.co, pada 8 Maret 2026.

