Pakistani Baba Biryani, Hadir di OPI Food Carnaval Palembang

Pakistani Baba Biryani, Hadir di OPI Food Carnaval Palembang (Foto WongKito.co/Ist)

PALEMBANG, WongKito.co — Di tengah dominasi kuliner lokal dan menjamurnya makanan kekinian, memperkenalkan cita rasa dari negara lain bukanlah perkara mudah. Namun, Pakistani Baba Biryani membawa pendekatan berbeda dengan menjadikan kuliner khas Pakistan sebagai identitas usahanya.

Melalui keikutsertaannya dalam OPI Food Carnaval pada 2–11 Oktober 2026, UMKM kuliner ini berupaya memperluas pengenalan biryani sekaligus menghadirkan budaya Pakistan di tengah masyarakat Palembang.

Founder Pakistani Baba Biryani, Abdul Moiz (35) mengatakan biryani bukan sekadar hidangan nasi berbumbu. Makanan yang lekat dengan tradisi kuliner Asia Selatan ini memiliki karakteristik tersendiri melalui perpaduan rempah-rempah, teknik memasak, dan penyajiannya.

Keunikan tersebut menjadi daya tarik yang ditawarkan Pakistani Baba Biryani di tengah masyarakat Palembang yang memiliki kekayaan kuliner lokal, seperti pempek, tekwan, dan pindang.

Kehadiran Pakistani Baba Biryani, menurut baba panggilan akrabnya memperlihatkan bahwa bisnis kuliner tidak selalu harus bersaing melalui harga maupun tren makanan yang sedang populer.

Baca Juga:

Identitas budaya juga dapat menjadi nilai pembeda dalam membangun sebuah merek. Dengan mengangkat kuliner Pakistan, usaha ini memiliki peluang untuk menawarkan pengalaman yang tidak hanya berkaitan dengan rasa, tetapi juga pengenalan terhadap budaya dari negara lain, kata dia dalam siaran pers, Jumat (2/10/2026).

Membawa Budaya Pakistan ke Tengah Persaingan Kuliner

Menghadirkan kuliner asing di tengah masyarakat yang telah memiliki preferensi makanan tersendiri tentu memiliki tantangan. Konsumen tidak selalu mengenal karakteristik rasa, bahan, maupun latar belakang hidangan yang ditawarkan. Dalam situasi tersebut, pengenalan produk menjadi bagian penting agar makanan yang sebelumnya terasa asing dapat diterima sebagai alternatif kuliner.

Pakistani Baba Biryani mengangkat konsep yang berkaitan dengan cultural branding, yaitu strategi membangun identitas merek dengan memanfaatkan unsur budaya sebagai daya tarik. Dalam konteks ini, biryani menjadi representasi kuliner Pakistan yang dapat diperkenalkan melalui pengalaman langsung konsumen.

Pendekatan tersebut menarik karena budaya tidak hanya diperkenalkan melalui pertunjukan seni, pameran, atau kegiatan diplomasi, tetapi juga melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, yakni makanan. Ketika konsumen mencicipi hidangan dengan karakteristik rempah yang berbeda, terdapat peluang untuk membangun rasa ingin tahu terhadap asal-usul dan tradisi yang melatarbelakanginya.

Namun, penggunaan identitas budaya sebagai strategi pemasaran juga menuntut konsistensi. Sebuah merek tidak cukup hanya menggunakan nama yang merepresentasikan negara tertentu, tetapi perlu menjaga kualitas produk, menyampaikan informasi budaya secara tepat, serta menghadirkan pengalaman yang sesuai dengan identitas yang dibangun.

OPI Food Carnaval Momentum Memperluas Jangkauan

Keikutsertaan Pakistani Baba Biryani dalam OPI Food Carnaval pada 2–11 Oktober 2026 menjadi salah satu momentum untuk memperkenalkan produk secara langsung kepada masyarakat. Festival kuliner ini memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk menampilkan produk, menjangkau calon konsumen, dan membangun interaksi di luar kegiatan penjualan sehari-hari.

Bagi Pakistani Baba Biryani, partisipasi dalam kegiatan tersebut membuka kesempatan untuk memperkenalkan biryani kepada pengunjung dengan latar belakang dan preferensi kuliner yang beragam. Melalui interaksi langsung, pengunjung dapat mengenal hidangan khas Pakistan, mulai dari karakteristik nasi berbumbu hingga perpaduan rempah yang menjadi ciri khasnya.

Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi UMKM untuk memperkenalkan identitas merek di tengah persaingan dengan berbagai tenant kuliner lainnya. Di antara beragam pilihan makanan yang tersedia, keunikan asal budaya suatu produk berpotensi menjadi daya tarik yang membuat konsumen tertarik untuk mencoba sesuatu yang berbeda.

Lebih dari sekadar aktivitas pemasaran, keikutsertaan dalam festival kuliner dapat menjadi sarana untuk memahami respons pasar. Tanggapan pengunjung terhadap cita rasa, harga, penyajian, dan identitas produk dapat menjadi masukan bagi pelaku usaha dalam mengembangkan strategi bisnis ke depannya.

Angkat Kuliner sebagai Jembatan Pengenalan Budaya

Dalam mengembangkan usaha yang mengusung kuliner khas negara lain, identitas budaya dapat menjadi salah satu landasan untuk membangun hubungan dengan konsumen. Pakistani Baba Biryani memiliki peluang untuk menjadikan makanan sebagai media pengenalan budaya Pakistan kepada masyarakat Palembang, sekaligus memperluas pilihan kuliner di daerah tersebut.

"Melalui Pakistani Baba Biryani, kami ingin masyarakat Palembang mengenal dan menikmati kuliner khas Pakistan. Kami melihat makanan bukan hanya tentang rasa, tetapi juga memiliki cerita dan budaya di baliknya. Dengan mengikuti OPI Food Carnaval, kami berharap dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, memperkenalkan biryani secara langsung, dan memberikan pengalaman kuliner yang berbeda bagi para pengunjung," kata Moiz.

Keikutsertaan dalam festival tersebut juga dapat menjadi kesempatan bagi pemilik usaha untuk melihat sejauh mana kuliner khas Pakistan dapat diterima oleh masyarakat lokal. Respons konsumen, ketertarikan terhadap produk, hingga pengalaman berinteraksi secara langsung menjadi aspek yang dapat membantu usaha dalam menentukan arah pengembangan berikutnya.

Cultural Branding: Ketika Identitas Budaya Memiliki Nilai Ekonomi

Fenomena Pakistani Baba Biryani memperlihatkan hubungan antara budaya dan aktivitas ekonomi melalui sektor UMKM. Dalam perspektif cultural branding, identitas budaya dapat memberikan nilai tambah bagi suatu produk karena menawarkan keunikan yang tidak hanya berorientasi pada fungsi konsumsi, tetapi juga pengalaman dan cerita yang menyertainya.

Meski demikian, tantangan yang dihadapi tidak berhenti pada upaya memperkenalkan produk. Konsistensi rasa, kualitas pelayanan, penentuan harga, dan kemampuan memahami selera masyarakat tetap menjadi bagian penting dalam keberlanjutan usaha. Selain itu, pengenalan budaya yang autentik perlu diimbangi dengan komunikasi yang informatif agar identitas Pakistan tidak hanya menjadi elemen promosi semata.

Keikutsertaan dalam OPI Food Carnaval juga menunjukkan pentingnya ruang promosi langsung bagi UMKM dalam mempertemukan produk dengan konsumen. Festival semacam ini dapat menjadi wadah untuk membangun kesadaran merek, memperluas jaringan, dan menguji penerimaan produk di tengah pasar yang beragam.

Dari Meja Makan Menuju Pertukaran Budaya

Kehadiran Pakistani Baba Biryani di Palembang yang menawarkan dua varian yaitu Nasi Biryani Ayam dibanderol Rp30 ribu per porsi dan Nasi Biryani Sapi Rp40 ribu per porsi. Nasi biryani menjadi gambaran bagaimana kuliner dapat melampaui batas geografis dan menjadi bagian dari interaksi lintas budaya. Melalui biryani, masyarakat berkesempatan mengenal salah satu kekayaan kuliner Pakistan tanpa harus meninggalkan lingkungan mereka sendiri.

Baca Juga:

Keikutsertaannya dalam OPI Food Carnaval pada 2–11 Oktober 2026 menjadi momentum untuk membawa identitas tersebut lebih dekat kepada masyarakat. Di tengah keberagaman kuliner yang ditawarkan, Pakistani Baba Biryani menghadirkan perspektif bahwa sebuah usaha dapat mengembangkan nilai ekonomi sekaligus memperkenalkan kebudayaan melalui produk yang dihasilkan.

Pada akhirnya, keberhasilan cultural branding tidak hanya dapat dilihat dari seberapa banyak produk terjual, tetapi juga dari bagaimana identitas merek dikenali, dipahami, dan diingat oleh konsumen. 

Pakistani Baba Biryani memiliki peluang untuk menjadikan kuliner sebagai jembatan pengenalan budaya Pakistan sekaligus memperkaya lanskap kuliner Kota Palembang. Sebuah hidangan yang berawal dari tradisi kuliner negara lain dapat menjadi medium pertemuan budaya, membuka ruang apresiasi terhadap keberagaman, dan menghadirkan perspektif baru tentang potensi UMKM di era persaingan ekonomi kreatif.(ril)
 

‌‌
‌‌

Related Stories