Razia Skincare hingga Sunscreen Dihancurkan, ini Tanggapan Dr Richard Lee: Penting untuk Kesehatan Antisipasi Kanker Kulit

Razia Skincare hingga Sunscreen Dihancurkan, ini Tanggapan Dr Richard Lee: Penting untuk Kesehatan Antisipasi Kanker Kulit (instagram)

PALEMBANG, WongKito.co - Ramai unggahan berupa video dari sebuah sekolah yang merazia barang bawaan siswa dan siswi pada salah satu SMA di Kalimantan Selatan yang menunjukan aksi penghancuran barang berupa skincare, sunscreen alias krim pelindung kulit dari sinar matahari mendapat tanggapan dari pakar kecantikan Indonesia, Dr Richard Lee.

Dr Richard Lee mengunggah tanggapan di laman instagram @dr.richardlee_official dengan narasi:
"Cukup sedih dengan berita yang beredar ini yaitu suatu sekolah di kalimantan selatan yang meraziakan pada siswa-siwsi kedapatan membawa skincara (Sunscreen) dan dihancur-hancurkan begitu saja oleh OSIS"

"Padahal kebanyak yang dibawa siswa adalah barang-barang penting lho dan penting untuk kesehatan kulit, seperti sunsceen dan facial wash", turut priharin banget sama kejadian ini"

"Padahal BMKG sudah menyatakan bahwa tahun 2024 ini cuaca akan lebih panas lagi dibandingkan tahun 2023 lho", demikian kalimat yang diposting dokter kecantikan asal Palembang tersebut.

Baca Juga:

Ia juga mengungkapkan bahwa penggunaan skincare terutama sunscreen dan facial wash sangat penting untuk menjaga kesehatan kulit, sebagai salah satu upaya mencegah kanker kulit.

Apalagi, diungkapkan Richard bahwa terik matahari semakin panas sehingga jika kulit tidak dilindungi akan menyebabkan beragam penyakit kulit dari mulai kemerahan, terbakar  hingga kanker kulit.

Karena itu, penting sekali menggunakan sunscreen terutama ketika berada di luar ruangan agar kulit tidak terpapar matahari langsung.

Sementara praktik razia barang bawaan pelajar SMA sebenarnya tidak terjadi di Kalimantan Selatan saja, tetapi hampir semua SMA di Indonesia melakukan praktik serupa termasuk di sekolah yang berlokasi di Kota Palembang.

Seorang siswi salah satu SMA di Jalan Sudirman Kota Palembang mengakui kalau pemeriksaan barang bawaan di kelas rutin dilakukan oleh guru BK, bukan pengurus OSIS tetapi guru BK.

"Kami dilarang membawa kosmetik, skincare bahkan juga ikan rambut," kata dia.

Dia mengungkapkan ketika kedapatan  guru BK membawa barang-barang yang mereka larang tersebut maka akan langsung disita.

Sejauh ini, bukan hanya kosmetik, skincare pun disita, ungkap dia.

Baca Juga:

Dr Richard menambahkan kalau sesungguhnya antisipasi terhadap penyakit kulit penting dilakukan mengingat Indonesia mereka daerah tropis yang notabene memiliki matahari bersinar lebih lama sepanjang tahun.

Ia mencontohkan di negara Australia mereka sudah sangat sadar pentingnya menjaga kesehatan kulit sejak ini. Karenanya, setiap sekolah disediakan depot-depot khusus untuk sunscreen dan facial wash dan siswa-siswi dapat mengambil secara gratis.

Hal itu, menjadi salah satu upaya keterlibatan pihak pemerintah dalam mengantisipasi risiko kanker kulit sejak dini bagi masyarakat usia remaja. "Itu layak untuk dicontoh," kata dia.(ert)


Related Stories