Ragam
Riset: Gen Z Penggerak Utama Pola Konsumsi Media di Indonesia
JAKARTA, WongKito.co – Bagaimana cara anak muda Indonesia mengonsumsi media hari ini? Jawabannya ternyata tidak lagi sesederhana duduk menonton televisi atau mendengarkan radio. Generasi Z (Gen Z), yang kini mendominasi kelompok usia produktif, justru membentuk lanskap media baru yang jauh lebih personal, interaktif, dan lintas platform.
Temuan ini datang dari YouGov Indonesia Media Consumption Report 2025, sebuah laporan yang meneliti kebiasaan media masyarakat Indonesia. Dengan melibatkan lebih dari 1000 responden secara nasional, survei ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai bagaimana TV, radio, podcast, hingga media sosial digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Edward Hutasoit, General Manager YouGov Indonesia & India, pergeseran ini membuka peluang besar bagi pelaku industri kreatif, brand, maupun pembuat kebijakan.
“Di lanskap media yang semakin terpecah, konsumsi media adalah pengalaman yang aktif, emosional, dan sangat dipengaruhi generasi. Bagi kreator, platform, brand, institusi maupun pembuat kebijakan, memahami kapan, di mana, dan mengapa masyarakat Indonesia berinteraksi dengan media menjadi kunci untuk membangun koneksi yang relevan dengan target audiens,” jelasnya melalui hasil riset yang dikutip Sabtu, (30/08/2025).
Gen Z Konsumsi Media Lebih Lama dan Lebih Online
Generasi muda, terutama Gen Z, punya ritme konsumsi media yang berbeda dibanding generasi lebih tua. Mereka lebih sering menghabiskan waktu online dengan intensitas yang tinggi.
Berdasarkan laporan YouGov, 16% Gen Z menghabiskan lebih dari 5 jam untuk mengonsumsi media di hari kerja, dan angka ini naik menjadi 23% saat akhir pekan. Kebiasaan ini membuat mereka menjadi kelompok dengan tingkat interaksi media paling intensif di Indonesia.
Tidak hanya sekadar scrolling media sosial, Gen Z juga menunjukkan minat besar pada konten audio mendalam. Sebanyak 45% Gen Z mendengarkan podcast lebih dari satu jam setiap hari, menandakan adanya kebutuhan untuk mencari wawasan atau hiburan yang lebih terarah dan relevan dengan minat mereka.
TV Masih Bertahan, tapi Bukan Pilihan Utama Gen Z
Meskipun popularitas media digital meningkat, televisi tidak serta merta hilang dari peta konsumsi media Indonesia. Lebih dari separuh (52%) masyarakat Indonesia masih menonton TV siaran langsung, dengan angka yang bahkan lebih tinggi di kalangan generasi tua, yaitu 61%.
Namun, bagi Gen Z, TV sudah mulai ditinggalkan. Hampir separuh dari mereka hanya menonton TV kurang dari satu jam per hari. Hal ini menunjukkan bahwa televisi lebih banyak dipandang sebagai medium nostalgia atau hiburan ringan, ketimbang sumber utama informasi dan hiburan.
Audio: Dari Radio ke Podcast, Preferensi Berbeda Tiap Generasi
Laporan YouGov 2025 menegaskan bahwa radio kini bukan lagi media favorit masyarakat muda. Hanya 4% orang Indonesia yang mendengarkan radio setiap hari, sebagian besar berasal dari kelompok orang tua Milenial dengan pendapatan lebih tinggi.
Sebaliknya, podcast sedang berada di puncak popularitas, terutama di kalangan Gen Z yang menyumbang 58% dari total pendengar harian podcast. Spotify menjadi platform audio paling dominan dengan 81% pengguna Indonesia aktif, jauh meninggalkan Apple Music yang hanya berada di posisi kedua dengan selisih hingga sepuluh kali lipat.
- Rekomendasi 9 Drama Korea Terbaru September 2025
- Mengenal Rantis Brimob yang Tabrak Ojol
- BRI Dorong Ketahanan Pangan Lewat Dukungan Program Sapi Merah Putih
Tren ini memperlihatkan bahwa audio kini bukan sekadar hiburan pasif, tetapi sarana personal yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi generasi tertentu.
Media Sosial: Dari Eksplorasi hingga Belanja Online
Tidak bisa dipungkiri, media sosial menjadi pusat aktivitas digital masyarakat Indonesia. Laporan YouGov mencatat 81% masyarakat Indonesia aktif di media sosial, dan lebih dari separuh pengguna harian (61%) berasal dari Gen Z.
Platform yang paling mencuri perhatian adalah TikTok. Hampir dua dari tiga Gen Z mengaku penggunaan TikTok mereka meningkat dibanding tahun lalu. Fenomena ini memperlihatkan bagaimana konten berbasis video singkat semakin mendominasi keseharian anak muda.
Media sosial tidak hanya digunakan untuk hiburan dan interaksi, tetapi juga menjadi sarana belanja. Sebanyak 73% pengguna mengaku pernah membeli sesuatu setelah melihat iklan di media sosial, dan angka ini naik menjadi 78% di kalangan perempuan.
Selain itu, 72% pengguna media sosial juga melakukan multitasking lintas media, misalnya menonton TV sambil scrolling Instagram, atau mendengarkan podcast sambil membuka TikTok. Hal ini membuat setiap momen menjadi peluang interaksi baru antara brand, kreator, dan audiens.
Konsumsi Media Kini Ditentukan oleh Konteks
Yang menarik dari laporan YouGov adalah munculnya pola bahwa konsumsi media tidak lagi ditentukan hanya oleh jenis platform, melainkan juga oleh konteks dan tujuan pengguna.
Contohnya, sebagian orang masih mendengarkan radio saat perjalanan, sementara yang lain memilih podcast sebelum tidur. Artinya, media digunakan bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan emosional maupun praktis di momen-momen tertentu dalam hidup.
- FKM Unsri- Kemenkes RI, Kolaborasi Kajian Komprehensif Implementasi Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Kabupaten Ogan Ilir
- Usia Senja, Nenek Pilih Rawat Anak dan Cucu Sendiri Demi Kenyamanan
- Aktivitas Tambang Batu Bara Rusak Sungai Niru, Posko Rumah Merdeka Surati DLH Muara Enim
“Dari perubahan preferensi platform hingga meningkatnya perilaku multi-screen, kami melihat sinyal yang jelas tentang arah audiens ke depan. Tantangan sekaligus peluangnya adalah bagaimana menerjemahkan wawasan ini menjadi strategi konten yang lebih cerdas, kampanye yang lebih relevan, serta pengalaman digital yang lebih inklusif," tambah Edward Hutasoit.
Kesimpulan
Laporan YouGov Indonesia Media Consumption Report 2025 yang disusun berdasarkan survei nasional pada 16 April hingga 13 Mei 2025 menegaskan bahwa Gen Z memainkan peran paling besar dalam membentuk pola konsumsi media di Indonesia.
Mereka lebih digital, lebih interaktif, dan lebih terbiasa melakukan multitasking lintas media. Perubahan perilaku ini menantang industri untuk menghadirkan strategi konten yang relevan, mulai dari iklan di media sosial, produksi podcast, hingga optimalisasi konten video singkat.
Dengan pemahaman yang tepat, brand, kreator, hingga pembuat kebijakan bisa membangun koneksi yang lebih kuat dengan audiens muda yang kini memegang kendali penuh atas lanskap media Indonesia.
Tulisan ini telah tayang di TrenAsia.com oleh Idham Nur Indrajaya pada 30 Agustus 2025.