GayaKito
Tips Agar Konsisten Jalani Resolusi Tahun Baru
JAKARTA, WongKito.co – Resolusi Tahun Baru mencerminkan keinginan untuk berkembang dan menjadi pribadi yang lebih baik. Sebagian besar resolusi berkaitan dengan kesehatan, seperti lebih rutin berolahraga atau menerapkan pola makan sehat, mencapai target keuangan pribadi, dan memperbaiki hubungan dengan orang lain.
Namun, meskipun diawali dengan niat baik, banyak orang gagal mempertahankan resolusi tersebut karena berbagai faktor. Salah satu penyebab utamanya adalah kebiasaan sehat tidak memberikan hasil secara instan. Tujuan kesehatan tidak bisa tercapai hanya dalam satu minggu olahraga dan pola makan terkontrol.
Hal yang sama berlaku untuk target keuangan maupun hubungan personal. Kondisi ini sering kali memicu rasa kecewa dan kehilangan semangat ketika hasil yang didapat tidak sesuai dengan harapan. Alasan kedua adalah karena kebiasaan sehat menuntut pengorbanan awal berupa usaha, konsentrasi, dan energi.
Coba perhatikan berbagai kebiasaan positif seperti berjalan kaki, menyiapkan makanan bergizi, membaca buku, atau menulis jurnal. Semua aktivitas tersebut memiliki satu kesamaan, yaitu membutuhkan komitmen dan tenaga di tahap awal sebelum akhirnya bisa dijalani secara rutin.
Sebaliknya, kebiasaan tidak sehat seperti mengonsumsi makanan cepat saji, minum alkohol, atau menonton serial lama secara maraton hampir tidak memerlukan usaha apa pun.
Tanpa disadari, kita mudah terjebak dalam kebiasaan tersebut, terutama saat tubuh dan pikiran sudah lelah setelah seharian bekerja. Pada dasarnya, manusia cenderung memilih jalan yang paling mudah, terlebih ketika energi sedang terkuras.
Jika kamu merasa ragu menetapkan resolusi Tahun Baru karena pengalaman gagal di masa lalu, jangan berkecil hati. Mencoba tetap lebih baik daripada tidak sama sekali, meskipun pada akhirnya tidak sepenuhnya berhasil. Setiap kegagalan menyimpan pelajaran berharga yang dapat mendorong pertumbuhan dan perkembangan diri.
Dilansir dari Psychology Today, berikut lima tips yang dapat membantu kamu menetapkan resolusi Tahun Baru sekaligus menjalaninya dengan konsisten.
Berikut tips agar konsisten menjalani resolusi Tahun Baru:
1. Pasang Target yang Realistis
Banyak orang gagal mempertahankan resolusi Tahun Baru karena hasil yang didapat tidak sesuai dengan harapan. Hal ini wajar, karena sulit untuk terus menjalani suatu kebiasaan ketika manfaat yang diharapkan belum terlihat.
Perlu diingat, perubahan positif membutuhkan waktu. Baik itu rutin berolahraga, menerapkan pola makan sehat, maupun menabung, biasanya diperlukan beberapa bulan sebelum kemajuan benar-benar terasa. Dengan menetapkan ekspektasi yang lebih rendah dan tidak berharap hasil instan, kamu bisa menghindari rasa putus asa dan tetap konsisten menjalani resolusi Tahun Baru.
2. Sabar pada Diri Sendiri
Resolusi Tahun Baru biasanya menuntut kebiasaan baru yang mungkin belum pernah kamu jalani sebelumnya. Karena itu, penting untuk memberi waktu pada diri sendiri agar bisa menyesuaikan dan menyempurnakan kebiasaan tersebut demi hasil yang maksimal.
Ingat, membentuk kebiasaan baru tidak terjadi dalam semalam, bahkan bisa memakan waktu berbulan-bulan. Kuncinya adalah konsistensi dan melakukannya berulang kali hingga menjadi bagian alami dari rutinitas harian. Manfaat resolusi Tahun Baru akan benar-benar terasa ketika kebiasaan tersebut sudah menyatu dengan kehidupan sehari-harimu.
3. Jangan Menuntut Kesempurnaan
Orang yang perfeksionis sering terjebak dalam pola pikir ‘semua atau tidak sama sekali.’ Bagi mereka, hasil yang tidak sempurna dianggap sebagai kegagalan total. Pola pikir ini tidak memberi ruang untuk kesalahan, dengan standar kegagalan yang sangat luas namun ukuran keberhasilan yang sangat sempit.
Akibatnya, mereka lebih mudah merasa kecewa dan kehilangan semangat ketika hasil yang dicapai tidak sesuai dengan harapan.
4. Beri Diri Sendiri Kelonggaran
Perhatikan bagaimana suara kritis dalam diri sering muncul dan menyalahkan diri sendiri saat pertama kali kamu gagal menjalankan resolusi Tahun Baru. Kritik yang terlalu keras justru membuatmu semakin sulit bertahan pada tujuan yang sudah ditetapkan. Untuk meredamnya, latih sikap welas asih terhadap diri sendiri.
Sadari bahwa kegagalan adalah bagian alami dari kehidupan manusia. Ada kalanya kamu tidak mampu konsisten menjalani resolusi karena berbagai alasan, mulai dari kondisi kesehatan, tuntutan pekerjaan yang berlebihan, hingga situasi hidup yang tidak terduga.
- KA Rajabasa Jadi Favorit Selama Masa Angkut Nataru
- Cerita Akhir Tahun 2025, Menuju Bebas Angkutan Batu Bara
- Refleksi Akhir Tahun: DKP Tetap Berjalan
Yang terpenting adalah tidak terus menyalahkan diri, melainkan memberi ruang untuk memaafkan diri sendiri dan kembali ke kebiasaan sehat tersebut sesegera mungkin.
5. Miliki Teman Pendamping yang Saling Mengingatkan
Membangun kebiasaan baru akan terasa lebih mudah ketika ada teman yang membantu menjaga komitmenmu. Misalnya, akan sulit menghindari makanan tidak sehat jika semuanya tersedia di rumah dan dikonsumsi oleh orang-orang di sekitarmu.
Dengan adanya teman akuntabilitas, kamu tetap bisa bertahan meski motivasi atau tekad sedang menurun. Mereka dapat mengingatkan sejauh apa progres yang sudah kamu capai. Selain itu, seseorang cenderung lebih disiplin ketika ada pihak lain yang memperhatikan, karena secara alami kita peduli pada pandangan orang lain dan tidak ingin mengecewakan mereka.
Tulisan ini telah tayang di TrenAsia.com, jejaring media WongKito.co, pada 6 Januari 2025.

