Ragam
Unsri Goes Global: Peluang Beasiswa Australia Awards-LPDP
PALEMBANG, WongKito.co – Upaya mempertegas komitmen di kacana internasional, terus dilakukan Universitas Sriwijaya (Unsri) melalui penyelenggaraan webinar bertajuk “Navigating Austalia Awards dan LPDP - Australia Award Scholarship Pathways 2026” melalui zoom meeting, pada Selasa (10/2/2026).
Webinar dirancang untuk memberikan pemahaman kepada calon pendaftar mengenai skema beasiswa jangka panjang (PhD dan Master), termasuk persyaratan, manfaat, serta alur pendaftaran untuk periode tahun 2026. Acara dibuka oleh Prof. Ir.Filli Pratama, M.Sc. (Hons), Ph.D., selaku Direktur Kerjasama, Internasionalisasi, dan Alumni UNSRI, yang menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Universitas Sriwijaya untuk mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan global serta memperluas jejaring akademik internasional.
Baca Juga:
- PIM Midnight Shopping, Menangkan Speaker Bose & Air Fryer!
- Begini Cara Jual Emas di Butik Antam dan Pegadaian
- Intip Yuk Resep Ayam Lada Hitam Pedas Gurih
Ia juga menyampaikan bahwa informasi yang komprehensif mengenai beasiswa internasional sangat penting agar mahasiswa dan alumni dapat mempersiapkan diri secara lebih matang dalam mengikuti proses seleksi.
Sebagai narasumber utama, Seluz Fahik (Public Coordinator at Australia Award) memaparkan bahwa Australia menyampaikan sejumlah fakta menarik yang melatarbelakangi tingginya minat studi di Australia, antara lain terdapat 9 universitas Australia yang masuk dalam jajaran 100 besar dunia serta 7 kota di Australia yang dinobatkan sebagai kota pelajar terbaik.
Ia juga menekankan bahwa masyarakat Australia dikenal terbuka, demokratis, dan multikultural, sehingga mendukung terciptanya keseimbangan hidup (life balance) bagi pelajar internasional. Testimoni dari para alumni, seperti Dr. Jean Rini dan figur publik lainnya, turut dipaparkan untuk menunjukkan bahwa beasiswa ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kapasitas akademik individu, tetapi juga pada kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia, seperti dalam strategi penanggulangan malaria dan pemberdayaan perempuan.
Seluz Fahik juga menjelaskan secara rinci mengenai dua skema utama beasiswa. Pertama, untuk jenjang PhD dan Master Australia Awards yang terbuka bagi umum tanpa batasan usia dengan syarat IPK minimal 3,0 (umum) dan fleksibilitas bagi kelompok sasaran pemerataan (Equity Target Groups).
Kedua, skema baru Master LPDP Australia Awards yang merupakan kolaborasi khusus dengan pemerintah Indonesia, menyasar bidang studi prioritas seperti ketahanan pangan, energi, digitalisasi, serta semikonduktor dengan batas usia pendaftar maksimal 42 tahun.
Seluz juga menegaskan bahwa proses pendaftaran hanya dilakukan secara daring melalui situs resmi, dan semua pelamar tidak diwajibkan memiliki Letter of Acceptance (LoA) dari kampus tujuan karena proses pendaftaran akan difasilitasi oleh tim Australia Awards pasca-seleksi.
Suasana webinar semakin hidup saat sesi tanya jawab yang interaktif dan dipandu oleh moderator dr. Ayeshah A. Rosdah, M.Biomed.Sc., Ph.D yang dipandang sebagai salah satu langkah strategis dalam memberikan literasi beasiswa internasional kepada civitas akademika Universitas Sriwijaya dan umum.
Baca Juga:
- Rumah Limas: dari Warisan Budaya ke Destinasi Wisata
- LKC Dompet Dhuafa Sumsel Gelar Aksi Skrining Kesehatan bagi Lansia
- Kisah Pempek Edy: Berawal dari Jualan Keliling
Para peserta antusias mengajukan berbagai pertanyaan melalui fitur chat maupun sesi tanya jawab langsung dengan narasumber, mulai dari mekanisme update skor IELTS selama proses pendaftaran, ketentuan bekerja paruh waktu (part-time) selama di Australia yang diperbolehkan hingga 20 jam per minggu, hingga persiapan biaya tambahan bagi awardee yang ingin membawa keluarga. Pertanyaan mengenai validitas KTP untuk kategori provinsi pemerataan dan format surat rekomendasi juga menjadi perhatian peserta.
Menjelang akhir sesi, para peserta diajak menyaksikan video inspiratif bertajuk "A Day in My Life" yang memperlihatkan keseharian para awardee di Australia, termasuk suasana belajar, riset, dan kehidupan sosial yang inklusif selama bulan Ramadan.
Acara ditutup dengan pesan motivasi dari moderator agar calon pendaftar segera mempersiapkan berkas dan memanfaatkan kesempatan ini untuk mendaftar, yang akan dibuka pada tanggal 02 April 2026 hingga 04 Mei 2026.(*)

