Tari Kecak Bali, bisa Menjadi Inspirasi Pengembangan Wisata Sungai Musi

Tari Kecak Bali, bisa Inspirasi Pengembangan Wisata Sungai Musi (Foto WongKito.co/Susilawati)

PALEMBANG, WongKito.co - Tari Kecak, menjadi salah satu ikon Pulau Dewata, tarian tradisional khas Bali, menjadi salah satu pertunjukan yang selalu menarik perhatian wisatawan nusantara maupun mancanegara yang berkunjung.

Berbeda dengan pertunjukan tari pada umumnya, Tari Kecak dimainkan tanpa iringan alat musik. Tarian ini mengandalkan paduan suara para penari pria yang berulang kali menyerukan "cak, cak, cak" sambil mengisahkan epos Ramayana.

Tak heran, banyak orang rela membayar untuk menyaksikan pertunjukan tersebut, seperti yang digelar di Pantai Melasti, Ungasan, Bali. Dengan latar pemandangan laut dan matahari terbenam yang memukau, kisah Ramayana disajikan secara dramatis sehingga memberikan pengalaman yang berkesan bagi penonton.

Teater terbuka di kawasan Pantai Melasti, Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, dipenuhi pengunjung yang antusias menyaksikan pertunjukan Tari Kecak.

Baca Juga:

Selama sekitar 60 menit pertunjukan berlangsung, waktu terasa begitu cepat berlalu. Penonton tidak hanya menikmati tarian, tetapi juga panorama matahari terbenam di tepi pantai yang menambah keindahan suasana.

Salah seorang pengunjung, Adi, menuturkan meskipun sebelumnya sudah pernah menyaksikan Tari Kecak melalui televisi, pengalaman menonton secara langsung memberikan kesan yang jauh berbeda, terlebih dengan latar keindahan Pantai Melasti.

"Saat menyaksikan pertunjukan ini, tak terasa waktu sudah habis. Padahal saya masih ingin menonton," ujarnya.

Seusai pertunjukan, para pengunjung juga diberi kesempatan untuk berfoto bersama para penari sesuai favorit mereka.

Melihat antusiasme wisatawan terhadap pertunjukan tersebut, konsep serupa dinilai layak diterapkan di Kota Palembang. Pertunjukan seni budaya dapat digelar di tepian Sungai Musi yang membelah Kota Palembang menjadi kawasan Seberang Ulu dan Seberang Ilir.

Palembang Tampilkan Dul Muluk

Palembang memiliki Pelataran Benteng Kuto Besak yang berada di pusat kota sehingga mudah dijangkau dari berbagai penjuru. Lokasi ini memiliki potensi besar untuk menjadi panggung pertunjukan seni budaya yang mampu menarik wisatawan.

Apalagi Palembang memiliki beragam kesenian tradisional yang layak dipentaskan. Salah satunya adalah Dul Muluk, kesenian khas Palembang yang berakar dari Syair Abdul Muluk.

Kesenian Dul Muluk memadukan unsur drama, musik tradisional, dan sastra lisan sehingga menjadi tontonan yang menarik sekaligus sarat nilai budaya.

Selain itu, Sumatera Selatan juga memiliki berbagai tarian tradisional, seperti Tari Gending Sriwijaya. Bahkan, setiap kabupaten dan kota di Sumatera Selatan memiliki tarian khas masing-masing yang dapat ditampilkan secara bergantian sebagai daya tarik wisata budaya.

Dengan kekayaan seni dan budaya yang dimiliki, Palembang memiliki peluang besar menghadirkan pertunjukan rutin di tepian Sungai Musi. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, pertunjukan tersebut juga berpotensi menjadi daya tarik baru yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah ini.

Baca Juga:

Sementara untuk fasilitas penginapan bagi wisatawan yang datang ke Palembang cukup banyak hotel berbintang dan non bintang menginap dengan tarif bervariasi.

Berdasarkan data BPS Provinsi Sumatera Selatan pada Januari-Mei 2026, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) tujuan Sumatera Selatan mencapai 10,90 juta perjalanan, naik 0,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Sementara untuk tingkat penghunian kamar (TPK)  hotel bintang pada bulan Mei 2026 sebesar 50,10 persen dan Rata-rata lama menginap tamu (RLMT) hotel bintang sebesar 1,40 malam.

TPK hotel non bintang dan akomodasi lainnya bulan Mei 2026 sebesar 24,14 persen dan RLMT sebesar 1,14 malam.(Susilawati)
 

Editor: Nila Ertina

Related Stories