Banjir dan Kekhawatiran Gen Z Atas Perubahan Iklim

Selasa, 13 Januari 2026 14:47 WIB

Penulis:Redaksi Wongkito

Editor:Redaksi Wongkito

hujan-deras-picu-banjir-di-lima-dae.jpg
Banjir (Media Center Riau)

JAKARTA, WongKito.co - Di awal tahun 2026, wilayah Jakarta dan Sekitarnya kerap dilanda hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Seperti saat ini, Senin, 12 Januari 2026 wilayah Jakarta terus dilanda hujan dan menyebabkan banjir di beberapa wilayah seperti Jakarta Selatan dan Jakarta Utara.

Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Mohamad Yohan mengatakan, hingga Pukul 09.00 WIB terdapat sejumlah titik genangan akibat intensitas hujan yang tinggi dari pagi hari.

“Hujan deras yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya menyebabkan terjadinya beberapa genangan di wilayah DKI Jakarta. BPBD mencatat saat ini terdapat 6 RT dan 4 ruas jalan tergenang,” ujar Yohan, Senin, 12 Januari 2026.

Yohan mencatat, banjir di Jakarta Selatan terjadi di enam RT yang tersebar di dua kelurahan, yaitu Kelurahan Duren Tiga dan Kelurahan Pasar Minggu. Satu RT di Kelurahan Duren Tiga terendam banjir dengan ketinggian air sekitar 40 sentimeter dan tiga RT di Kelurahan Pasar Minggu terdampak banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 40 hingga 95 sentimeter. 

Di Jakarta Utara, banjir terjadi di sejumlah jalanan dan pemukiman masyarakat. Dua RT di Kelurahan Tanjung Priok terendam banjir 20 sentimeter yang disebabkan oleh curah hujan tinggi. 

Selain itu, Jalan Anggrek di Kelurahan Rawa Badak Utara, Jalan Walang Baru VII A di Kelurahan Tugu Utara, Jalan Rorotan 10, dan sekitarnya juga turut terendam banjir.

Di kalangan gen Z dan milenial, banjir tak lagi dipandang sebagai bencana musiman semata, melainkan cerminan persoalan kota yang berdampak langsung pada mobilitas, kualitas hidup, serta keberlanjutan lingkungan.

Pandangan tersebut sejalan dengan pribadi Gen Z yang terkenal lebih aware dan peduli terhadap isu-isu iklim maupun lingkungan. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia tahun 2021, gen Z dan milenial memiliki peran yang penting terhadap isu-isu iklim dan pengelolaan lingkungan secara sehat.

Hasil survei menunjukkan tingkat kesadaran generasi Z berusia 17–26 tahun dan generasi milenial berusia 27–35 tahun terhadap isu perubahan iklim tergolong tinggi. Sebanyak 82% responden menyatakan telah mengetahui atau setidaknya pernah mendengar istilah perubahan iklim.

Selain itu, 53% responden menilai dampak perubahan iklim telah dirasakan dan merugikan masyarakat Indonesia saat ini. Terkait ancaman iklim dan cuaca, responden menilai cuaca ekstrem sebagai persoalan paling mengkhawatirkan dengan persentase 42%.

Persentase tersebut menjadi salah satu gambaran terkait perasaan anak-anak muda, bahwa banjir menjadi isu hambatan akses dan mobilitas. Genangan yang ada di jalan arteri dan kawasan permukiman menyebabkan keterlambatan perjalanan, terganggunya layanan transportasi publik, serta meningkatnya harga pangan. 

Kondisi ini juga turut memengaruhi produktivitas pekerja muda dan pelajar yang sangat bergantung pada sistem transportasi massal di Jakarta. Kekhawatiran berikutnya mencakup penumpukan sampah dan plastik (36%), dampak terhadap kesehatan (35%), penggundulan hutan (33%), serta polusi udara (24%), yang menjadi isu tata ruang maupun lingkungan. 

Minimnya ruang terbuka hijau, masifnya pembangunan beton, serta berkurangnya daerah resapan air dianggap sebagai penyebab banjir yang terjadi secara berulang-ulang. Kondisi ini menjadi wujud konsekuensi dari perencanaan kota yang belum sepenuhnya adaptif terhadap perubahan iklim dan pertumbuhan penduduk.

Atas kondisi tersebut, kesehatan dan kesejahteraan menjadi perhatian besar yang banyak disoroti oleh anak muda. Paparan air kotor dan risiko penyakit, akan memperburuk kualitas hidup warga kota, sehingga berpengaruh terhadap kinerja harian. Dalam hal ini, banjir diposisikan sebagai tantangan perkotaan jangka panjang.

Pemerintah harus mengambil langkah tegas untuk menciptakan tatanan kota yang tepat dan selaras dengan konsep ramah lingkungan. Upaya ini perlu dilakukan untuk menjunjung tinggi keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat sekitar.

Tulisan ini telah tayang di TrenAsia.com, jejaring media WongKito.co, pada 12 Januari 2025.