Wujudkan Layanan Puskesmas Palembang Inklusif Berkeadilan

Wali Kota Palembang Ratu Dewa meninjau ruang rawat inap di Puskesmas Basuki Rahmat, Selasa (06/01/2025). (ist/KominfoPalembang)

PALEMBANG, WongKito.co  — Tahun ini, Pemerintah Kota Palembang memperkuat layanan kesehatan primer yang inklusif dan mudah diakses. Selain melengkapi fasilitas rawat inap, dijanjikan pelayanan Puskesmas yang ramah disabilitas dapat terwujud secara menyeluruh.

Tahap awal, lima Puskesmas kini resmi memiliki layanan rawat inap dan diklaim ramah disabilitas. Kelima Puskesmas tersebut yakni Puskesmas Basuki Rahmat, Alang-Alang Lebar, Sei Selincah, Sematang Borang, dan Sukarame. Tidak hanya itu, disiapkan juga 10 unit ambulans layanan 24 jam untuk setiap Puskesmas ini.  

“Hadirnya Puskesmas rawat inap ini adalah bentuk komitmen nyata Pemerintah Kota Palembang. Dengan adanya layanan rawat inap di Puskesmas, masyarakat bisa mendapatkan penanganan medis lanjutan tanpa harus selalu dirujuk ke rumah sakit, sehingga pelayanan menjadi lebih efektif dan efisien,” ujar Wali Kota Palembang, Ratu Dewa saat peresmian di Puskesmas Basuki Rahmat, Selasa (06/01/2026).

Saat ini, Kota Palembang memiliki 42 puskesmas dan 67 puskesmas pembantu yang tersebar di 18 kecamatan, yang selama ini melayani rawat jalan dan persalinan. Berdasarkan Data Profil Kesehatan Indonesia, baru sekitar 41 persen puskesmas di Indonesia yang memiliki layanan rawat inap, sementara 59 persen lainnya masih non rawat inap.

“Melihat tingginya kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang mudah diakses, penguatan puskesmas rawat inap menjadi keharusan,” tambahnya.

Ratu Dewa juga mengingatkan bahwa komitmen ini telah dimulai sejak Mei 2025, dengan diresmikannya layanan rawat inap perdana di Puskesmas Pembina Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Jakabaring. Memasuki tahun 2026, Pemkot Palembang kembali memperluas layanan tersebut ke lima puskesmas pembina lainnya.

Pada kesempatan yang sama, Puskesmas Basuki Rahmat juga resmi menerapkan layanan ramah disabilitas, menyusul Puskesmas Sosial. Selain itu, 10 unit ambulans 24 jam diserahkan untuk mendukung respons cepat pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas.

“Ini adalah wujud komitmen kami menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Kota Palembang,” tegas Ratu Dewa.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, Fenty Aprina menyampaikan, pengembangan Puskesmas rawat inap merupakan program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang.

Ia menargetkan, ke depan setiap kecamatan memiliki minimal satu Puskesmas rawat inap. Pada 2026 ditargetkan tujuh Puskesmas rawat inap, dan ke depan di pelayanan kesehatan tanpa diskriminasi, termasuk bagi disabilitas, dapat terwujud secara menyeluruh.

“Pemkot Palembang juga terus meningkatkan fasilitas ramah disabilitas, termasuk Puskesmas yang menjangkau permukiman padat hingga gang-gang sempit, namun tetap dilengkapi peralatan medis yang memadai dan ramah lingkungan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Sumatera Selatan, Hikmah Miliana mengakui, HWDI banyak menerima laporan dan keluhan sulitnya perempuan disabilitas memperoleh layanan kesehatan di Puskesmas. Umumnya, layanan berobat berada di lantai 2 dan di sana belum ada ramp atau bidang miring bagi pengguna kursi roda, pintu kamar kecil yang sempit, dan kloset jongkok juga menyulitkan pengguna kursi roda.

Guna memenuhi hak kesehatan perempuan disabilitas, HWDI Sumatera Selatan melakukan kegiatan audit sosial di enam Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Palembang, pada Bulan Mei 2025 lalu. Hasil evaluasinya disampaikan ke Pemerintah Daerah, termasuk DPRD, sebagai bentuk masukan. (*)

Editor: Redaksi Wongkito
Redaksi Wongkito

Redaksi Wongkito

Lihat semua artikel

Related Stories