Sumsel Termasuk 7 Daerah Darurat Karhutla, PJ Gubernur: Penanganan Mendesak, Jaga Nama Baik Daerah dan Bangsa

Selasa, 10 Oktober 2023 07:37 WIB

Penulis:Redaksi Wongkito

Sumsel Termasuk 7 Daerah Darurat Karhutla, PJ Gubernur: Penanganan Mendesak, Jaga Nama Baik Daerah dan Bangsa
Sumsel Termasuk 7 Daerah Darurat Karhutla, PJ Gubernur: Penanganan Mendesak, Jaga Nama Baik Daerah dan Bangsa (KLHK)

PALEMBANG, WongKito.co - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) merilis tujuh daerah darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.

Pj Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Fatoni mengatakan penanganan karhutla mendesak menyangkut citra dan nama baik daerah, bahkan bangsa Indonesia di mata dunia.

"Dampak karhutla begitu banyak, selain terkait dengan investasi, kesehatan, keselamatan jiwa bahkan menyangkut nama baik daerah dan bangsa Indonesia," kata Fatoni saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pengendalian Karhutla Provinsi Sumsel di Graha Sumsel Jakarta, Minggu (8/10/2023).

Baca Juga:

Dalam rapat ini turut hadir sejumlah perwakilan dari perusahaan yang beroperasi di Palembang. Fatoni juga mengharapkan kontribusi aktif pihak korporasi untuk tetap komitmen, sinergi bersama pemerintah dalam penanggulangan karhutla. 

Melalui rakor ini, Fatoni bersama puluhan perusahaan swasta bekerja sama mencari solusi dalam percepatan pengendalian karhutla. Salah satu hasil kesimpulan dari rapat tersebut adalah berkomitmen dalam penanggulangan karhutla di wilayahnya.

Kesimpulan lainnya, Fatoni mendukung tiga upaya penanggulangan karhutla yang telah diterapkan Polda Sumsel yakni mitigasi, investigasi dan rehabilitasi. Kemudian, Fatoni juga meminta anggota Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) untuk mengirimkan data jumlah embung yang ada.

"Kita juga minta seluruh anggota Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia  (GAPKI) mengirimkan data personal untuk kontak person perusahaan dan serta data jumlah embung yang ada," ucap Fatoni. 

Selain itu, Fatoni juga memastikan Pangdam II/Sriwijaya segera menerjunkan 1 Satuan Setingkat Kompi (SSK) yang berjumlah 350 personel mulai tanggal 11 Oktober sebagai upaya penanggulangan Karhutla. 

"Kebutuhan anggaran dan peralatan ini akan dibantu oleh pihak perusahaan," ujar Fatoni. 

Baca Juga:

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengendalian Kerusakan Lahan KLHK Edi Nugroho menyebut empat titik prioritas penanganan Karhutla di Sumsel di antaranya PT Waringin Agro Jaya di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), kedua area Suaka Margasatwa Padang Sugihan, ketiga ruas jalan tol Palembang-Kayuagung, tol Indralaya-Prabumulih dan Jalan Lintas Timur Sumatera serta keempat area PT Banyu Kahuripan Indonesia Kabupaten Banyuasin dan Musi Banyuasin.  

"Saya harap bantuan pemadaman ini dapat dilakukan lebih awal. Saat ini kita sudah buat semua rancangan penanganan karhutla di titik-titik tersebut," katanya.(*)