BMKG: Sumsel mulai Memasuki Musim Hujan tapi masih Rendah, Potensi Titik Panas masih Besar

BMKG: Sumsel mulai Memasuki Musim Hujan tapi masih Rendah, Potensi Titik Panas masih Besar (tangkapan layar)

PALEMBANG, WongKito.co - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis kondisi terkini iklim di Sumatera Selatan (Sumsel) curah hujan di sebagian besar wilayah pada dasarian I Oktober 2023 berada pada kategori Rendah (0-50 mm), kecuali di sebagian kecil Lahat bagian barat dan timur berada pada kategori Menengah (50-150 mm).

Curah hujan tertinggi terukur di Pos Hujan Pagar Gunung, Kec. Pagar Gunung, Kab. Lahat sebesar 76 mm, demikian mengutip laman iklim.sumsel.bmkg.go.id, Rabu (11/10/2023).

Dijelaskan sifat hujan pada dasarian I Oktober 2023 di sebagian besar wilayah Sumsel berada pada kategori bawah normal, kecuali di sebagian kecil Lahat bagian barat berada pada kategori normal.

Sedangkan hasil monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) berturut-turut menunjukkan sebagian besar wilayah Sumatera Selatan mengalami HTH dengan kriteria Menengah (11-20 hari) hingga Panjang (21-30 hari).

Baca Juga:

HTH dengan kriteria Sangat Pendek (1-5 hari) terjadi di sebagian kecil Muara Enim bagian timur dan selatan. HTH Pendek (6-10 hari) terjadi di sebagian kecil PALI bagian timur. Wilayah OKU Timur bagian timur mengalami HTH dengan kriteria Kekeringan Ekstrem (>60 hari).

Sementara sebagian besar Lahat, Lubuk Linggau, Musi Rawas bagian barat, Empat Lawang, Pagar Alam, OKU Selatan bagian barat, sebagian kecil Muara Enim bagian timur, PALI bagian barat, Musi Banyuasin bagian timur, Banyuasin bagian utara, sebagian kecil Palembang bagian timur, dan OKI bagian barat telah terjadi hujan saat pemutakhiran data.

HTH terpanjang terukur di Pos Hujan Kurungan Nyawa, Kec. Buay Madang, Kab. OKU Timur selama 77 hari.

Atmosfer

Pada dasarian III September 2023, indeks ENSO sebesar +1.68, sedangkan indeks IOD sebesar +1.78. Kondisi IOD Positif diprediksi bertahan hingga akhir tahun 2023, sedangkan El Nino Moderat diprediksi terus bertahan hingga Februari 2024.

Aliran massa udara di wilayah Indonesia didominasi oleh angin timuran. Pola angin relatif sama dengan normalnya. Aliran massa udara diprediksi masih didominasi oleh angin timuran dengan kecepatan yang melemah. MJO tidak aktif, diprediksi tetap tidak aktif hingga pertengahan dasarian II Oktober 2023.

Baca Juga:

Seluruh wilayah Sumsel berpeluang lebih dari 90 persen terjadi curah hujan dengan kategori Rendah (0-50 mm) dengan sifat hujan Bawah Normal.

BMKG Sumsel mengimbau dalam periode musim kemarau dimana curah hujan yang turun pada dua dasarian ke depan diprakirakan masih dalam kategori Rendah dan sifat hujan Bawah Normal.

Maka potensi terjadinya titik panas (hotspot) masih sangat besar. Masyarakat diharapkan terus waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang timbul selama periode ini, bijak dalam menggunakan air bersih, serta selalu menjaga lingkungan dari potensi bahaya kebakaran hutan dan lahan.(*)


Related Stories