Setara
Layanan Interaksi Nakes ke Disabilitas Perlu Ditingkatkan
PALEMBANG, WongKito.co – Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Provinsi Sumatera Selatan selama satu tahun terakhir aktif melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelayanan publik dan fasilitas kesehatan agar lebih inklusif. Hasil audit sosial itu menjadi masukan bagi Pemkot Palembang yang mendorong pembangunan enam Puskesmas Ramah Disabilitas yang baru dilaunching 6 Januari lalu.
“Kami melakukan audit sosial di enam puskesmas percontohan dan melihat perubahan signifikan, khususnya pada aksesibilitas infrastruktur yang mencapai 60 persen, seperti di Puskesmas Basuki Rahmat,” jelas Technical Assistant Mitra HWDI Sumsel, Ninik Handayani usai audiensi dengan pihak Pemkot Palembang di kantor Sekretariat Daerah Kota Palembang, Selasa (13/1/2026).
Namun, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, seperti akses jalan dan trotoar yang belum sepenuhnya mendukung mobilitas penyandang disabilitas, serta layanan interaksi pasien yang masih perlu ditingkatkan.
HWDI berharap ke depan seluruh 42 puskesmas di Palembang dapat menjadi puskesmas ramah disabilitas, tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga layanan mental dan psikososial agar penyandang disabilitas merasa nyaman dan dihargai.
Ketua HWDI Sumsel, Hikmah Miliani mengapresiasi respons cepat dan terbuka Pemkot Palembang serta Dinas Kesehatan dalam menindaklanjuti hasil audit sosial yang dilakukan selama setahun terakhir.
“Alhamdulillah, banyak perubahan nyata, mulai dari perbaikan toilet, akses kursi roda, hingga peningkatan kualitas pelayanan. Bahkan, dari awalnya hanya enam puskesmas, kini Dinkes menargetkan lebih banyak puskesmas ramah disabilitas,” ungkap Hikmah.
Ia juga menyoroti komitmen Dinas Kesehatan yang mendorong pelatihan interaksi bagi tenaga kesehatan terhadap lima ragam disabilitas, termasuk disabilitas fisik, sensorik, mental, dan intelektual.
Sebelumnya, Hikmah mendapati keluhan disabilitas selama ini petugas kesehatan yang belum paham bagaimana cara berinteraksi dengan disabilitas. Hikmah mencontohkan, petugas kesehatan banyak yang tidak melepas masker sehingga pasien disabilitas tuli tidak bisa melihat gerak bibir ketika berkomunikasi dengan mereka.
Bahkan, ada keluhan petugas kesehatan yang tidak ramah atau jutek ke disabiltas. Tidak hanya itu, ada juga keluhan petugas kesehatan memberikan instruksi kepada disabiltas netra dengan isyarat tanpa bersuara.
Target 15 Puskesmas Ramah Disabilitas
Pemerintah Kota Palembang mengklaim sudah ada enam Puskesmas yang ramah disabilitas, bahkan menargetkan 15 unit lagi di tahun ini. Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, saat menerima audiensi di ruang rapat Setda Kota Palembang, Selasa (13/1/2026).
“Saat ini, sudah ada enam puskesmas ramah disabilitas di Kota Palembang. Tahun ini, Pemkot menargetkan peningkatan hingga15 puskesmas ramah disabilitas dari total 42 puskesmas yang ada,” sebutnya.
- Hoaks: Seleksi Pengangkatan Guru Swasta 2026, Cek Faktanya
- Strategi Ruang Ketiga: Rahasia Kedai Kopi Bertahan
- Simak Panduan Pencairan BLT Kesra 2026 di Kantor Pos
Aprizal mengatakan, proses pembangunan untuk mewujudkan Palembang sehat dan ruang publik yang inklusif terus berjalan, dan menunjukkan progres positif. Dia memastikan, Pemkot Palembang berkomitmen penuh terhadap pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas.
Menurutnya, seluruh pembangunan terutama fasilitas pelayanan publik wajib memperhatikan standar ramah disabilitas karena pembangunan kota ini adalah untuk semua warga. (*)

