KKN UIN Palembang: Hidupkan Syiar Islam di Desa Sugihan

Senin, 26 Januari 2026 19:56 WIB

Penulis:Nila Ertina

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang sukses menyelenggarakan rangkaian peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 H, di Desa Sugihan, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang sukses menyelenggarakan rangkaian peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 H, di Desa Sugihan, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. (ist)

MUARAENIM, WongKito.co – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang sukses menyelenggarakan rangkaian peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 H, di Desa Sugihan, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, pada 24-25 Januari 2026, disambut antusias masyarakat setempat, khususnya anak-anak dan remaja.

Mengusung semangat mempererat silaturahmi dan meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap nilai-nilai Islam, acara ini dirancang dengan berbagai perlombaan edukatif dan puncaknya ditutup dengan siraman rohani.

Baca Juga:

Kegiatan dimulai pada Sabtu (24/1/2026). Acara dibuka Kepala Adat, Dastra. Pada hari pertama, suasana Desa Sugihan tampak meriah dengan suara lantang para peserta lomba. Fokus agenda hari pertama meliputi:
• Lomba Adzan: Melatih keberanian dan kemerduan suara para muazin cilik.
• Lomba Tahfidz: Menguji hafalan surat-surat pendek Al-Qur'an.
• Lomba Puisi Islami: Wadah bagi anak-anak untuk mengekspresikan kecintaan kepada Rasulullah melalui bait-bait indah.

Memasuki hari kedua, Minggu (25/1/2026), keceriaan semakin memuncak. Pagi hari diisi dengan kegiatan kreatif yakni Lomba Mewarnai dan Lomba Busana Muslim. Peserta tampil memukau dengan pakaian muslim yang bervariasi, menunjukkan identitas generasi islami yang modis namun tetap santun.

Puncak Acara: Muhasabah  dan Ceramah Agama

Setelah rangkaian lomba usai, puncak peringatan Isra Mikraj dilaksanakan pada Minggu malam (Ba’da Isya). Acara inti ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, perangkat desa serta ada penampilan dari rebana cilik desa Sugihan yang langsung dilatih oleh kakak- kakak mahasiswa universitas Islam negeri Raden Fatah Palembang.

Baca Juga:

Agenda utama malam puncak tersebut adalah ceramah agama mengenai hikmah perjalanan Isra Mikraj, Nabi Muhammad SAW. Dalam tausiyahnya, penceramah menekankan pentingnya mendirikan salat lima waktu sebagai "oleh-oleh" utama dari perjalanan suci Rasulullah, sekaligus mengajak warga Desa Sugihan untuk terus menjaga kerukunan.

Ketua Kelompok KKN UIN Raden Fatah di Desa Sugihan, Thomas Abellio menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian nyata mahasiswa kepada masyarakat.

"Kami ingin meninggalkan kesan positif di Desa Sugihan. Melalui peringatan Isra Mikraj ini, kami berharap anak-anak di sini semakin semangat belajar agama dan memperdalam kecintaan pada Nabi Muhammad SAW," ujarnya.

Pihak pemerintah Desa Sugihan pun memberikan apresiasi tinggi kepada para mahasiswa. Menurut mereka, kehadiran mahasiswa KKN memberikan warna baru dan semangat baru dalam kegiatan keagamaan di desa tersebut.(*)