Senin, 28 September 2026 20:12 WIB
Penulis:Nila Ertina

PADA hari perdana kembali ke sekolah, Senin pagi (28/9/2026), para siswa SD Negeri 158 Palembang memulai kegiatan pembelajaran secara tatap muka, setelah dua pekan menjalani pembelajaran dari rumah atau PJJ. Pagi itu, seragam kembali mereka kenakan, tas disandang dibahu, berbondong–bondong mereka masuk ke dalam gerbang sekolah.
Meskipun udara pagi masih sedikit diselimuti kabut asap, siswa tampak sangat antusias di hari pertama mereka sekolah secara offline. Meski harus tetap menggunakan masker mereka tampak sangat ceria. Hari yang dinantikan mereka. Sekolah tatap muka kembali menghadirkan suasana yang mereka rindukan, bisa berjumpa lagi dengan teman–temannya, bercanda gurau, serta mereka bisa merasakan lagi pembelajaran secara tatap muka bertemu langsung dengan guru.
Di balik langkah keceriaan siswa menuju ruang kelas, ada kecemasan tersendiri dari orang tua. Dimana mereka harus tetap memastikan kesehatan anaknya selama beraktivitas di luar rumah, terlebih kondisi udara saat ini yang masih sedikit berkabut.
Baca Juga:
Menurut Iin (30) salah seorang wali murid siswa kelas 3, mengatakan informasi mengenai sekolah offline lagi sudah diberitahukan dari pihak sekolah sejak hari sabtu. Informasi ini diberitahukan melalui grup sekolah.
Iin juga mengungkapkan bahwa kegiatan pembelajaran tatap muka ini dilakukan dalam waktu yang lebih cepat dari hari–hari biasanya. Sekarang sekolahnya hanya sekitar 3 jam, serta diwajibkan menggunakan masker setiap berangkat ke sekolah.
“Sekarang ini sekolah hanya 3 jam aja, terus juga anak – anak itu diwajibkan pakai masker di sekolah,” jelasnya.
Demi memastikan anaknya tetap aman mereka rela antar jemput ke sekolah. Iin juga bersyukur bahwa kesehatan anaknya tetap baik–baik saja meskipun ada kabut asap ini.
“Kalau saya sih lebih milih antar jemput ya, saya juga bersyukur di tengah kabut asap ini, Alhamdullilah anak saya tetap sehat dan enggak ada keluhan apapun,” tegasnya lagi.
Tetap Jaga Kesehatan di Tengah Kabut Asap
Kondisi ini membuat orang tua lebih waspada lagi terkait kesehatan anaknya, apalagi di tengah udara yang masih diselimuti kabut asap ini. Kembalinya kegiatan tatap muka ini membuat guru juga harus lebih memperhatikan kondisi siswa selama berada di sekolah. Bukan hanya memastikan kegiatan pembelajaran berjalan dengan lancar, tetapi juga bagaimana siswa merasa nyaman serta tidak mengalami keluhan kesehatan selama berada di lingkungan sekolah.
Demikian juga, setiap orang tua pasti memiliki tingkat kekhawatiran yang berbeda–beda dalam menyikapi anak – anak yang kembali melakukan pembelajaran secara offline.
Hal ini di sampaikan oleh Lina (33), dia merasa sangat khawatir dan cemas jika anaknya terkena dampak dari kabut asap ini. Walaupun pihak sekolah udah mewajibkan memakai masker tetap waspada dan selalu mengingatkan anaknya untuk selalu menjaga kesehatan.
“Rasa khawatir dan cemas itu pasti, apalagi sebagai orang tua, walaupun sudah diperintahkan makai masker tetap saja khawatir takut anak kenapa–kenapa karna juga asap ini masih ada belum benar–benar hilang, terus rajin – rajin aja kita ngasih tahu anak biar dia tetap jaga kesehatan,” ujar lina.
Baca Juga:
Sama seperti Iin, Lina juga lebih memilih untuk antar jemput anak nya, demi memastikan anaknya aman.
“Kalau saya lebih milih antar jemput, apalagi udara sekarang masih ada kabut asapkan, jadi saya khawatir kalau anak berangkat dan pulang sendirian apalagi ini hari pertama mereka masuk lagi,” tegasnya lagi.
Dengan kembalinya kegiatan pembelajaran secara tatap muka, sejumlah penyesuaian harus dilakukan, dari mulai menggunakan masker saat sekolah, serta jam pembelajaran yang menjadi lebih singkat dari pada biasanya.
Dihari pertama mereka sekolah ini, kabut masih sedikit menyelimuti udara di pagi hari. Tetapi hal ini tidak membuat rasa semangat mereka berkurang. Para siswa tetap bersemangat untuk berangkat ke sekolah dengan menggunkan masker, demi bisa merasakan belajar bersama secara tatap muka. Kesehatan anak juga menjadi perhhatian khusus bagi para orang tua apalagi ditengah udara yang masih belum stabil.(*Vyrania Kartika)
*Mahasiswi Magang MBKM Prodi Jurnalistik, UIN Raden Fatah Palembang, Angkatan 2024