GayaKito
6 Tips Eco Friendly Lifestyle yang Bisa Bantu Redakan Stres Bekerja
JAKARTA, WongKito.co – Bekerja tidak hanya menghasilkan mata pencaharian untuk memenuhi kebutuhan hidup, tetapi juga memberikan rasa percaya diri, tujuan, dan pencapaian yang sangat penting bagi kesehatan mental.
Sayangnya, kini semakin banyak orang mengalami stres akibat pekerjaan, yang justru berdampak negatif pada kesejahteraan mental mereka.
Dampak stres yang menumpuk bisa membuat tubuh sakit, memicu mimisan, bahkan menghentikan siklus menstruasi. Seringkali, orang sulit mengenali dan mencegah stres, sehingga justru tingkat stres mereka semakin meningkat.
Eco friendly lifestyle atau gaya hidup berkelanjutan bisa menjadi pilihan bagi kamu yang ingin hidup lebih peduli terhadap alam. Selain bermanfaat bagi lingkungan, gaya hidup ini juga membawa keuntungan bagi manusia.
Jika kalian merasa kesulitan menurunkan tingkat stres dalam hidup, mungkin beberapa perubahan kecil pada lingkungan dan rutinitas harian bisa membantu.
Berikut beberapa tips menerapkan eco friendly lifestyle untuk bantu redakan stress bekerja:
1. Mendekat ke Alam
Menghabiskan waktu di alam dapat menurunkan tingkat stres sekaligus menghadirkan rasa tenang. Kegiatan sederhana seperti berjalan di hutan atau berkebun membantu kita terhubung dengan lingkungan alami, menurunkan kadar kortisol, serta menstabilkan suasana hati.
Penelitian menunjukkan bahwa berada dekat dengan alam dapat meredakan ketegangan dan meningkatkan relaksasi.
Aktivitas yang berhubungan dengan alam, seperti membuat kompos atau menanam pohon, juga mengarahkan perhatian kita pada hal-hal positif dan bermakna, sehingga membantu mengurangi tekanan dari gaya hidup modern.
2. Konsumsi Makanan Bergizi dan Organik
Mengonsumsi sayuran dan buah yang ditanam secara organik jauh lebih aman karena tidak mengandung residu pestisida maupun insektisida yang biasanya menempel pada tanaman.
Residu bahan kimia tersebut bukan hanya berbahaya bagi kesehatan manusia, tetapi juga merusak tanah dengan membunuh organisme pengurai dan menurunkan kualitas kesuburan.
Makanan hasil pertanian dan peternakan organik umumnya memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi. Dengan asupan nutrisi yang baik, organ tubuh dapat berfungsi optimal sekaligus memperkuat sistem kekebalan agar tidak mudah terserang virus penyebab penyakit.
Karena itu, penting untuk rutin mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, seperti sayuran hijau, ikan, serta daging kaya protein. Tubuh yang sehat dan bugar akan membantu terhindar dari stres maupun depresi.
3. Bangun Kebun Kecil di Sudut Rumah
Berkebun dapat meningkatkan kadar serotonin dalam otak, yang berperan penting dalam menumbuhkan rasa bahagia. Aktivitas berkebun juga membantu pemulihan dari kelelahan mental, memperlambat detak jantung, menurunkan tekanan darah tinggi, serta meredakan kecemasan.
Selain itu, berkebun memberikan jeda dari rutinitas modern seperti bekerja di depan komputer, menonton televisi, atau berselancar di media sosial, aktivitas yang kerap memicu stres.
- PSHK: Presiden Harus Evaluasi Aparat, Bukan Salahkan Rakyat
- Intip Yuk 8 Tips Mengatur Gaji Pertama dengan Bijak
- Cara Mengurangi Konsumsi Energi di Rumah
Menurut The New York Times, melihat tanaman hijau membantu seseorang pulih dari stres. Dengan berkebun, seseorang dapat merasa lebih puas, damai, sekaligus lebih mudah berkonsentrasi pada aktivitas yang membutuhkan ketelitian.
Untuk menyalurkan hobi berkebun, kalian bisa memanfaatkan sudut rumah dengan membuat kebun mini. Kehadiran tanaman hijau akan menyegarkan pandangan sekaligus membuat udara di sekitarmu terasa lebih segar.
Tak hanya menghasilkan udara yang lebih bersih, berkebun juga mengajarkanmu menanam kebutuhan pangan sendiri, seperti sayuran. Dengan begitu, kalian dapat mengurangi penggunaan pestisida maupun bahan kimia dalam proses penanaman.
4. Berjalan Kaki dan Bersepeda
Berjalan kaki dan bersepeda memberikan banyak manfaat, baik bagi kesehatan, komunitas, maupun bumi. Berjalan kaki, bersepeda, atau berlari dapat menjadi cara yang menenangkan untuk menjernihkan pikiran sekaligus memberikan waktu pribadi, terutama bagi mereka yang memiliki jadwal padat.
Selain itu, menggantikan perjalanan dengan mobil menggunakan berjalan kaki atau bersepeda dapat menghemat banyak uang, apalagi jika dilakukan setiap hari untuk berangkat kerja.
Dilansir dari New Castle Great Park, berjalan kaki dan bersepeda juga mengurangi polusi suara. Dibandingkan mesin mobil, aktivitas ini hampir tidak menimbulkan bunyi, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih nyaman.
5. Bangun Kebiasaan Hijau
Green habits atau kebiasaan hijau dapat menuntunmu menuju gaya hidup yang lebih berkelanjutan. Mendaur ulang, mematikan lampu, atau memilih bersepeda hanyalah beberapa contoh sederhana dari banyak hal yang bisa kita lakukan sehari-hari untuk menjaga kelestarian bumi.
Pilihan lain yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan sumber energi ramah lingkungan, misalnya panel surya, atau menggunakan produk-produk ramah lingkungan yang cruelty free.
6. Meditasi
Dilansir dari Healthline, salah satu alasan utama orang mencoba meditasi adalah untuk mengurangi stres. Seiring waktu, indikator fisiologis stres, seperti peningkatan kadar kortisol dan detak jantung, dapat memengaruhi berbagai aspek kesehatan, mulai dari kualitas tidur hingga tekanan darah.
- FKM Unsri- Kemenkes RI, Kolaborasi Kajian Komprehensif Implementasi Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Kabupaten Ogan Ilir
- Usia Senja, Nenek Pilih Rawat Anak dan Cucu Sendiri Demi Kenyamanan
- Aktivitas Tambang Batu Bara Rusak Sungai Niru, Posko Rumah Merdeka Surati DLH Muara Enim
Tinjauan dari 45 penelitian pada tahun 2017 menunjukkan bahwa berbagai bentuk meditasi dapat membantu menurunkan indikator fisiologis stres.
Salah satu jenis meditasi yang patut dicoba adalah mindfulness. Melalui mindfulness, kalian dilatih untuk menerima perasaan diri kalian sendiri dan belajar mencintai diri sendiri.
Selain mengasah kemampuan menerima dan mengendalikan emosi, mindfulness juga memberi kesempatan untuk sejenak merenungkan apa yang terjadi di sekitar kalian.
Tulisan ini telah tayang di TrenAsia.com oleh Distika Safara Setianda pada 31 Agustus 2025.