BucuKito
Cerita MBG yang Ditunggu, pada Hari Pertama Sekolah
PALEMBANG, WongKito.co — Hari pertama masuk sekolah di SD Negeri 158 Palembang diwarnai cerita menarik dari para orang tua murid, mengenai kelancaran pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG).
Siang itu, saya menyusuri trotoar menuju SD Negeri 158 Palembang yang berjarak sekitar 3,5 kilometer dari pusat kota, tepatnya di kawasan Rawa Jaya, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Kemuning.
Suasana di depan gerbang cukup ramai oleh barisan motor orang tua yang sibuk menjemput anaknya di hari pertama masuk sekolah.
Sambil berdiri menanti jam pulang, saya mencoba membuka obrolan santai dengan dua orang penjemput yang berdiri bersebelahan. Seorang bapak, dan satunya lagi seorang pemuda berusia awal 20-an yang sedang menunggu adiknya. Obrolan mengalir begitu saja tanpa kesan kaku.
Baca Juga:
- Karhutla Ancam Pernapasan Anak, IDAI minta Orangtua Waspadai Paparan Asap
- Wealth Wisdom 2026 di Medan: Kekayaan Bukan Cuma Soal Aset
- Keramahan Kawan-Kawan Batam VS Jaringan Internet Lemot
Dari percakapan ringan itu, obrolan bergeser ke topik MBG yang disajikan di sekolah.
Kedua wali murid itu mengaku lega karena jatah makanan anak-anak mereka terjamin dari hari Senin sampai Jumat tanpa pernah terputus.
"Setiap hari dapat terus kok dari Senin sampai Jumat, enggak pernah bolong," kata bapak penjemput tersebut saat ditanya soal konsistensi pembagiannya.
Menurut penuturan mereka, lancarnya pembagian ini lantaran jumlah dapur pengolahan MBG di kawasan tersebut sangat memadai. Satu dapur pengolahan bahkan diperkirakan sanggup menopang kebutuhan hingga lima sekolah di sekitarnya.
Urusan waktu pun terbilang tepat. Petugas pengantar biasanya sudah tiba di sekolah sekitar pukul 08.00 WIB mengantarkan wadah ompreng berisi makanan hangat. Nanti setelah anak-anak selesai makan, petugas akan datang lagi sekitar pukul 10.00 WIB untuk mengangkut kembali wadah-wadah tersebut.
"Lauknya juga ganti-ganti terus tiap hari, jadi adek saya engga bosan makannya," timpal pemuda yang berdiri di sebelah saya.
Baca Juga:
- Jejak Pahlawan Nasional di Museum AK Gani Palembang
- Cerita Inisiatif Warga Sekitar SM Padang Sugihan Terdampak Asap Karhutla
- Dorong Transformasi Ekonomi di Tengah Ketergantungan Batu Bara
Melihat anak-anak keluar dari ruang kelas dengan wajah segar di hari pertama sekolah ini memberi gambaran tersendiri. Bagi para orang tua di SDN 158 Palembang, kehadiran MBG yang teratur bukan sekadar pembagian makanan harian, melainkan kepastian yang meringankan beban mereka setiap pagi.(*M Agna Dzisyarif)
*Mahasiswi Magang MBKM Prodi Jurnalistik, UIN Raden Fatah Palembang, Angkatan 2024

